Studi: Psikopat Cenderung Suka Musik Hip Hop dan R&B

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 27 Sep 2017 12:15 WIB
psikologistudi kesehatan
Studi: Psikopat Cenderung Suka Musik Hip Hop dan R&B
Beberapa tahun terakhir, referensi musik adalah topik yang tengah banyak dipelajari berbagai studi untuk mengetahui kondisi kesehatan mental. (Foto: Jens Kreuter/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi dari Amerika Serikat menemukan bahwa psikopat cenderung senang dengan musik hip hop dan R&B.

Penemuan tersebut bahkan menyebutkan bahwa lagu Lose Yourself karya Eminem dan No Diggity yang dinyanyikan oleh Blackstreet adalah dua lagu kesenangan mereka yang memiliki gangguan mental tersebut. 

Penelitian tersebut melibatkan 200 orang yang diminta mendengarkan 260 lagu dan menemukan bahwa jenis musik yang didengarkan dapat membantu dokter mendiagnosis gangguan mereka. 



Dengan mengombinasikan jawaban partisipan seputar pertanyaan musikal dan tes psikologis, para peneliti dapat menyimpulkan jenis musik yang disenangi oleh mereka yang psikopat atau bukan. 

Pola tersebut mulai terlihat ketika melihat banyak lagu berjenis hip hop dan R&B dimainkan oleh mereka yang psikopat. 

(Baca juga: Cemas dan Depresi Berlebihan Berisiko Kematian)

"Media menggambarkan psikopat sebagai pembunuh sadis dan pembunuh berantai, namun kenyataannya mereka tidak jelas. Mereka tak seperti Joker dalam film Batman," tukas pemimpin studi Pascal Wallisch. 

Ia menambahkan, mereka dapat berbaur dengan baik dengan lingkungan sekitar, meskipun gelap secara psikologis. 



"Anda tak ingin mereka berada di sekitar karena takut membahayakan. Oleh karena itu sebaiknya kita memiliki sesuatu yang bisa mengidentifikasi tanpa sepengetahuan mereka."

Sementara, dua lagu yang berada pada urutan paling bawah dari daftar kesenangan psikopat adalah My Sharona karya The Knack dan Titanium milik Sia. 

Beberapa tahun terakhir, referensi musik adalah topik yang tengah banyak dipelajari berbagai studi untuk mengetahui kondisi kesehatan mental. Sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang kurang empati dan cenderung pragmatif cenderung menyukai musik yang kompleks, seperti jazz. 










(TIN)