Buah Ini Ampuh Atasi Gangguan Saluran Kemih

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Sep 2017 11:46 WIB
kesehatan
Buah Ini Ampuh Atasi Gangguan Saluran Kemih
Sebuah studi menemukan bahwa produk yang mengandung buah kranberi dapat digunakan sebagai garis pertama untuk mencegah Infeksi Salurang Kemih (ISK) berulang. (Foto: Brooke Lark/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda sering mengalami masalah gangguan kemih? Jika iya, cobalah konsumsi buah kranberi. Sebuah studi menemukan bahwa produk yang mengandung buah tersebut dapat digunakan sebagai garis pertama untuk mencegah Infeksi Salurang Kemih (ISK) berulang. 

Dilansir dari Thehealthsite.co, penemuan tersebut menemukan bahwa secara keselurahan, penggunaan produk kranberi dapat mengurangi risiko ISK berulang secara statistik. Hal tersebut tentunya akan ikut berpengaruh pada sistem kemih, termasuk ginjal, kandung kemih, dan uretra. 

"Investigasi kami mendukung bukti dimana produk kranberi bisa menjadi sarana yang kuat untuk melawan ISK berulang," ujar pemimpin studi Angelo Luis dari Universidade da Beira Interior di Portugal. 



Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan analisis sub-grup tersebut juga menemukan bahwa pasien yang mengalami ISK berulang cenderung lebih rentan terhadapa efek konsumsi kranberi. 

(Baca juga: Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih)

Obat-obatan yang mengandung kranberi kemungkinan memiliki kandungan polifenol yang unik, seperti proanthocyanidin (PAC). Kandungan tersebut mampu mencegah infeksi akibat bakteri tetap menempel pada dinding saluran kemih sehingga efektif dalam membatasi pertumbuhan dan kekambuhan infeksi. 

Selain itu, pemberian obat kranberi juga dapat mengurangi pemberian antibiotik, dimana hal tersebut dapat mengurangi risiko munculnya mikroorganisme yang resisten pada antibiotik. 



Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Urology tersebut melakukan meta-analisis pada 28 studi yang melibatkan sekitar 5 ribu pasien. 

"Penemuan ini memberikan pilihan obat yang layak, murah, dan bukan antibiotik dimana membantu pasien mengurangi risiko kambuhnya infeksi," simpul Luis. 










(TIN)