Menari Dapat Tingkatkan Kesehatan Otak pada Lansia

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 02 Sep 2017 07:00 WIB
kesehatan lansia
Menari Dapat Tingkatkan Kesehatan Otak pada Lansia
Menari Dapat Tingkatkan Kesehatan Otak pada Lansia (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Human Neuroscience menemukan bahwa kelas menari dapat memperlambat penuaan pada otak.

Menari, terlepas itu profesional atau untuk kesenangan, membutuhkan kekuatan, kelenturan, koordinasi dan keseimbangan.

Para lansia diminta untuk mengubah rutinitas menari secara konstan berdasarkan genre musik seperti Jazz, Square, Latin-American dan Line Dance. Hasilnya, terdapat peningkatan pada area otak yang bertanggung jawab dalam hal ingatan dan belajar atau hippocampus, seiring dengan peningkatan keseimbangan.

Penemuan tersebut terbilang penting karena penuaan berhubungan dengan masalah ingatan dan belakar, yang menyerupai penurunan akibat kerusakan hipokampus. Penurunan tersebut juga dapat menyebabkan struktur otak terpengaruh dan menyebabkan penyakit degeneratif seperti Alzheimer.

"Olahraga memberi efek menguntungkan dalam hal mengurangi penurunan dalam kapasitas mental dan fisik," tukas pemimpin studi Dr. Kathrin Rehfeld dari German Center for Neurodegenerative Diseases, Magdeburg, Jerman.

Rehfeld dan para rekannya mencari tahu olahraga fisik seperti apa yang lebih baik dalam melawan penurunan fungsi otak karena usia pada lansia berusia rata-rata 68 tahun. Mereka diminta melakukan olahraga mingguan selama 18 bulan untuk melatih ketahanan dan fleksibilitas tubuh. Kelompok kelas menari ditantang untuk melakukan rutinitas tarian yang berbeda tiap minggu, sementara kelompok olahraga kebugaran biasa diminta bersepeda atau berjalan Nordik secara konstan.

Para partisipan mengubah langkah, pola tangan, formasi, kecematan, dan irama setiap minggu agar bisa tetap berada dalam proses pembelajaran yang konstan.

"Aspek paling menantang untuk mereka adalah mengingat rutinitas di bawah tekanan waktu dan tanpa petunjuk dari pelatih."

Beberapa tantangan tambahan dibuah agar peneliti bisa melihat efek anti-penuaan paling maksimum pada otak dibandingkan olahraga kebugaran biasa.

Secara keseluruhan, kedua kelompok menunjukkan peningkatan pada hippocampus, namun kelompok menari memberikan perbedaan secara signifikan dalam hal keseimbangan dibandingkan kelompk lain.

Penurunan mental terkait penuaan berhubungan dengan gangguan keseimbangan dan kerusakan kognitif. Namun olahraga fisik, seperti menari, mampu mengombinasikan olahraga aerobik, kemampuan sensorimotor, dan kebutuhan kognitif yang membuat volume joppocampal meningkat.

"Saya pikir menari adalah kegiatan luar biasa untuk mengatur tantangan baru pada tubuh dan pikiran, terutama lansia," pungkas Rehfeld.

Penurunan kognitif adalah salah satu ancaman kesehatan terbesar di usia tua, dengan 47 juta orang di seluruh dunia menderita demensia. Kegiatan menari dapat membantu menunda timbulnya penyakit atau memperlambat perkembangan penurunan kognitif.

Alzheimer's Association menyebutkan bahwa tetap aktif secara fisik dapat membantu meningkatkan detak jantung meningkatkan aliran darah ke otak dan tubuh, dan mengurangi potensi faktor risiko demensia, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

 


(ELG)