Mengapa Obesitas Bisa Sebabkan Kelainan Jantung?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 28 Sep 2016 19:00 WIB
kesehatan jantung
Mengapa Obesitas Bisa Sebabkan Kelainan Jantung?
(Foto: Web MD)

Metrotvnews.com, Jakarta: Obesitas, yang kini menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar, bisa menjadi faktor risiko dari berbagai macam penyakit, salah satunya jantung koroner.

Obesitas adalah sebuah kondisi dimana terjadi penumpukan lemak pada tubuh di luar batas wajar. Menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia, indeks massa tubuh (BMI) di atas 30 sudah masuk dalam kategori tersebut.

Dua hal penyebab obesitas adalah pola makan yang buruk, serta kurangnya gerak.

Obesitas dapat menyebabkan perubahan struktural pada mekanisme tubuh, terutama bagian otot jantung.

"Obesitas membuat dinding otot jantung menebal sehingga terjadi perubahan fungsi jantung dalam melakukan pompa jantung atau dalam pengisian jantung," tukas Dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA selaku ketua panitia Hari Jantung Sedunia PERKI dalam acara konfrensi pers Waspadai Obesitas Sebabkan Risiko Pelebaran dan Penebalan Jantung, Rabu (28/9/2016).

Kelainan tersebut menimbulkan efek seperti cepat lelah, sesak napas, hingga dada yang terasa berat.

Sesak napas terjadi apabila ada organ penting yang bermasalah, seperti paru-paru, jantung, jaringan otot, dan tulang. Namun, bisa juga hanya keluhan subyektif saja.

"Jika mengalaminya, segera lakukan pemeriksaan lanjutan karena belum tentu penyebabnya dari jantung, melainkan hal lain seperti tekanan darah meningkat," sarannya.

Pada dasarnya, tubuh obesitas memerlukan darah yang lebih banyak untuk dipompa. Jantung akan membesar agar bisa mengalirkan lebih banyak darah pada setiap detakan. Peningkatan darah tersebut dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi dan memicu terjadinya penyakit jantung.

Ruang jantung yang membesar dapat mengakibatkan kemampuan meremas berkurang. Jika demikian, jantung tak dapat mengeluarkan darah pada setiap detakan dan hal tersebut akan membuat darah mulai menggenang di jantung sehingga risiko gagal jantung kongesif pun semakin besar.


(DEV)