Sering Menahan Buang Air Kecil Picu Kerusakan Ginjal

Torie Natalova    •    Jumat, 27 Oct 2017 12:34 WIB
kesehatan
Sering Menahan Buang Air Kecil Picu Kerusakan Ginjal
Ilustrasi (Foto: The List)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerusakan organ ginjal ternyata tak hanya dipicu oleh gaya hidup yang buruk dan kurang minum air putih, tetapi juga karena kebiasaan menahan buang air kecil. Dilansir dari The List, hal tersebut terjadi karena sebab ini.

1. Kandung kemih menyerap terlalu banyak air

Kandung kemih hanya mampu menahan sekitar dua cangkir air untuk membuatnya tetap nyaman. Kandung kemih sebagian besar terdiri dari otot, dan bila bekerja terlalu keras, kandung kemih akan memengaruhi kerja dasar panggul, yang bertugas mengontrol kapan Anda dapat menyimpan urine atau melepaskannya.

2. Memicu infeksi saluran kemih

Kebanyakan wanita mengalami infeksi saluran kemih setidaknya satu kali dalam kehidupan mereka. Infeksi ini terjadi karena bakteri berhasil masuk ke saluran kemih yang membuat gejala seperti rasa terbakar, keinginan buang air kecil terus menerus dan nyeri pada pelvis.

3. Bakteri dapat menimbulkan masalah lain

Infeksi saluran kemih bukan satu-satunya hal yang terjadi jika bakteri masuk ke saluran kemih Anda. Efek samping yang berbeda dapat mencakup infeksi lebih lanjut, demam, nyeri, dan kram yang menyakitkan.

4. Merusak organ tubuh lain

Kandung kemih Anda terhubung ke sistem saluran kemih Anda yang meliputi ginjal. Ginjal membuat urine dari kelebihan air dalam aliran darah dengan menyaring limbah. Jika air kencing bergerak masuk ke tabung yang menghubungkan kandung kemih Anda ke ginjal Anda, ini bisa menyebabkan infeksi dan kerusakan ginjal.

5. Otot terjepit

Anda tidak hanya akan menyebabkan rasa tidak nyaman ketika menahan urine, tapi otot yang melakukan semua pekerjaan itu dapat terjepit. Kondisi ini dapat membuat perut bagian bawah sakit dan tidak nyaman untuk beraktivitas.

Apabila Anda akan melakukan perjalanan jauh atau tidak sempat buang air kecil, sebaiknya hindari minuman alkohol dan kafein. Karena dua jenis minuman ini mengandung diuretik, artinya bisa meningkatkan produksi urine.




(DEV)