Tren Membiarkan Tali Pusar Bayi Terputus dengan Sendirinya, Berisiko atau Tidak?

Raka Lestari    •    Minggu, 22 Oct 2017 15:57 WIB
tips kesehatan
Tren Membiarkan Tali Pusar Bayi Terputus dengan Sendirinya, Berisiko atau Tidak?
(Foto: babyprepping)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tradisi yang selalu dilakukan di ruangan persalinan setelah bayi dilahirkan biasanya dengan memotong tali pusar sang bayi. Namun tren baru-baru ini membuat orang tua tidak melakukan hal tersebut.

Ada peningkatan permintaan dari para orang tua yang baru saja melahirkan untuk melakukan lotus birth, dimana tali pusar bayi tidak dipotong melainkan dibiarkan sampai lepas dengan sendirinya.

Metode ini dianggap sebagai 'back to nature' dan dianggap memiliki banyak manfaat seperti mempemudah adaptasi bayi dari rahim ke dunia, dan juga memberi nutrisi tambahan pada bayi. Namun dokter memperingatkan bahwa metode ini bisa menyebabkan bakteri dan infeksi.

Tujuan utama lotus birth ini adalah untuk memungkinkan bayi mendapatkan semua nutrisi yang ditawarkan plasenta, seperti sel induk dan memulihkan darah, sebelum plasenta mengering. Orang-orang yang percaya dengan metode ini menganggap bayi diletakkan di bawah tekanan yang tidak perlu saat mereka terputus dari sisa suplai darah yang mengalir melalui tali dari plasenta.

Setelah bayi dan plasentanya dikeluarkan, plasenta tersebut akan ditempatkan dalam sebuah wadah dan akan dibawa kemanapun sang bayi pergi. Plasenta dan bayi masih saling terhubung karena tali pusar masih belum diputus.

Memerlukan waktu selama kurang lebih 10 hari sampai tali pusar sang bayi lepas sendirinya dari plasenta.

Salah seorang juru bicara dari The British Royal College of Obstetricians and Gynecologists memperingatkan, "Jika dibiarkan setelah dilahirkan, ada risiko infeksi dari plasenta yang dapat menyebar ke bayi. Plasenta sangat rentan terhadap infeksi karena mengandung darah. Setelah tali pusar berhenti berdenyut, plasenta tidak memiliki sirkulasi dan menjadi jaringan mati."

The British Royal College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan jika tetap ingin melakukan lotus birth agar sang bayi dipantau dengan hati-hati untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda infeksi.



 


(DEV)