DIY Paling Tinggi Prevalensi Kanker Payudara dan Serviks

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 27 Mar 2018 14:34 WIB
kanker
DIY Paling Tinggi Prevalensi Kanker Payudara dan Serviks
Propinsi DIY menduduki peringkat pertama pada kanker payudara yaitu 2,4 per 1000 orang. (Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Kanker payudara dan kanker serviks adalah dua jenis penyakit yabg mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Data Globocan 2012 menyebutkan bahwa prevalensi kanker di Indonesia secara keseluruhan adalah 1,4 per 1000 penduduk. Lebih spesifik, prevalensi pada kanker payudara adalah 40,3 per 100 ribu wanita dengan tingkat kematian 16,6 per 100 ribu.

Sementara, prevalensi kanker leher rahim atau serviks adalah 17,4 per 100 ribu dengan tingkat kematian 8,2 per 100 ribu.

"Sebanyak 30 persen kanker pada perempuan berakhir pada kematian," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA dalam diskusi publik di Kementerian Kesehatan, Selasa 17 Maret 2018.

(Baca juga: Vitamin C Membantu Pengobatan Kanker Lebih Efektif)

Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan bahwa Riau, D I Yogyakarta, dan Maluku Utara menempati peringkat tertinggi dalam prevalensi kanker serviks, yaitu 1,5 per 1000 wanita.

Propinsi DI Yogyakarta juga menduduki peringkat pertama pada kanker payudara yaitu 2,4 per 1000 orang.

Kanker sendiri menduduki peringkat kedua tertinggi pada beban BPJS Kesehatan di tahun 2016 yaitu Rp2,3 triliun, setelah penyakit jantung. Tahun sebelumnya, kanker berada di posisi ketiga setelah penyakit jantung dan gagal ginjal dengan beban biaya Rp2,2 triliun.







(TIN)