Berolahraga Bantu Atasi Kognitif Ringan

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 29 Dec 2017 14:20 WIB
kesehatandemensia
Berolahraga Bantu Atasi Kognitif Ringan
Olahraga dianggap dapat mengatasi masalah gangguan kognitif ringan. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Aktivitas fisik itu baik untuk tubuh dan otak. Bahkan, aktivitas olah tubuh ini sangat disarankan bagi orang yang memiliki kesulitan dalam mengingat.

Hal itu merupakan rekomendasi dari American Academy of Neurology. Olahraga dianggap dapat mengatasi masalah gangguan kognitif ringan.

"Menyenangkan bahwa olahraga dapat membantu meningkatkan daya ingat pada tahap ini, karena ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan kebanyakan orang, dan tentu saja ini memiliki manfaat kesehatan secara keseluruhan," kata penulis utama Dr. Ronald Petersen. 

Petersen yang berasal dari Mayo Clinic di Rochester, Minn, menyebutkan bahwa kerusakan kognitif ringan dapat berlanjut ke demensia. "Sangat penting bahwa kerusakan kognitif ringan didiagnosis sejak awal," ungkap Petersen.


(Olahraga dianggap dapat mengatasi masalah gangguan kognitif ringan. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Jamur Mampu Cegah Risiko Demensia dan Alzheimer)

Oleh karenanya, Petersen sangat menyarankan jika seseorang mulai pelupa dan mengalami masalah dengan tugas yang rumit segera berkonsultasi dengan dokter. "Dokter Anda juga dapat memeriksa apakah ada masalah kesehatan yang mungkin membatasi tujuan latihan Anda," kata Petersen.

"Terkadang masalah memori adalah efek samping obat, gangguan tidur, depresi, atau sebab lain yang bisa diobati," Petersen menambahkan. "Penting untuk bertemu dengan dokter Anda untuk mengetahui akar masalahnya. Tindakan dini mungkin membuat masalah ingatan menjadi semakin parah," lanjut dia.

Pedoman baru yang telah disetujui oleh Alzheimer's Association bisa menjadi pedoman bagi dokter agar menyarankan kepada orang yang mengalami masalah ingatan agar segera berolahraga. Setidaknya, dokter menyarankan agar orang yang memiliki masalah ingatan dua kali dalam seminggu. Pedoman tersebut dipublikasikan secara online pada 27 Desember di jurnal Neurology.










(TIN)