Studi: Pemanis Buatan Dapat Menyebabkan Diabetes

Raka Lestari    •    Rabu, 25 Apr 2018 09:00 WIB
kesehatandiabetesstudi kesehatan
Studi: Pemanis Buatan Dapat Menyebabkan Diabetes
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah besar dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko terkena diabetes tipe II. (Foto: Jasmine Waheed/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah besar dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko terkena diabetes tipe II sama seperti dengan mengonsumsi gula biasa dalam jumlah besar. 

Para peneliti seperti dilansir dari Metro.co.uk dalam Medical College of Wisconsin dan Marquette University melakukan penelitian terhadap tikus-tikus selama tiga minggu. 

Para peneliti membagi tikus-tikus menjadi dua kelompok, yaitu tikus yang diberi makanan yang mengandung glukosa dan fruktosa dan kelompok lainnya diberi makanan yang mengandung aspartame dan acesulfame potassium. 

Dan setelah masa percobaan, ditemukan bahwa tikus yang mengonsumsi banyak pemanis buatan menunjukkan perubahan biokimia dalam darah yang berpotensi menyebabkan perubahan dalam metabolisme lemak dan energi. 

(Baca juga: Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Diabetes)


(Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah besar dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko terkena diabetes tipe II sama seperti dengan mengonsumsi gula biasa dalam jumlah besar. Baca juga: Bethany Newman/Unsplash.com)

Dibandingkan dengan pola makan tinggi gula yang dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mengatur insulin secara efektif, penulis utama studi tersebut, Brian Hoffman, mengatakan bahwa pemanis buatan mungkin dapat mengelabui tubuh dengan berpikir bahwa tubuh menerima kalori padahal sebenarnya tidak. Dan hal tersebut mungkin akan memengaruhi kemampuan kita memproduksi insulin juga.

"Pemanis buatan tampaknya menunjukkan efek negatif terkait dengan obesitas dan diabetes," kata Hoffman. Dan faktanya, acesulfame potassium terlihat menumpuk di beberapa sistem darah tikus, bersama dengan tingkat lemak yang lebih tinggi. 

Menurut Hoffman, masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi mengenai hal ini namun ada beberapa kekhawatiran mengenai orang-orang yang menganggap bahwa pemanis buatan seperti gula untuk diet dianggap pilihan yang lebih aman dibandingkan gula biasa.






(TIN)