Totalitas Hidup Sehat ala Andini Effendi

Raka Lestari    •    Kamis, 07 Jun 2018 19:41 WIB
sosok
Totalitas Hidup Sehat ala Andini Effendi
Selain gaya hidup sehat, ternyata wanita cantik penyuka lari ini juga sangat peduli pada lingkungan sekitar. Berikut obrolan santainya bersama dengan Medcom.id. (Foto: Dok. Medcom.id/Tio)

Jakarta: Wajah manis salah satu pembaca berita di Metro TV ini memang sudah tak asing lagi. Terhitung sudah lebih dari 10 tahun perempuan bernama panjang Andini W. Effendi ini berkarier menjadi jurnalis-begitu ia lebih senang disebut dalam hal pekerjaannya dibandingkan dengan julukan presenter. 

Meskipun selalu terlihat serius dan lugas di layar kaca, mantan model jebolan salah satu majalah fesyen di Jakarta ini ternyata juga menyukai hal-hal yang berhubungan dengan olahraga dan kesehatan. Lebih jauh malah bisa dibilang bahwa konsistensi yang ia kerahkan sangat tinggi dalam awareness seputar kesehatan dan kepedulian lingkungan sekitar.

Dalam obrolan santai bersama tim Medcom.id, Andini Effendi menceritakan kapan awal mula dirinya mulai memiliki kepedulian lebih terhadap kesehatan tubuhnya serta lingkungan sekitar.

"Mulainya itu saat saya tinggal di Amerika tahun 2011, tepatnya di New York. Di sana orang-orang suka melakukan jogging, ikut berbagai kelas olahraga misalnya fitness, boxing, dan lainnya. Jadi (gaya hidup sehat) yang teman-teman saya lakukan akhirnya juga ikut terus sampai saya balik ke Jakarta dan sampai sekarang," papar perempuan yang pernah meliput perang di Libia selama 3 bulan ini.


(Andini saat mengikuti maraton 42 KM di Paris, Prancis. Foto: Dok. Instagram Andini Effendi/@andinieffendi)

Rutin Berolahraga

Meskipun memiliki segudang kesibukan, Andini tidak pernah melewatkan untuk rutin melakukan olahraga. Didampingi personal trainer, ia memulai latihannya sejak pukul setengah 6 sampai 9 pagi.

"Kalau olahraga saya selalu dedikasiin mulai dari setengah 6 sampai jam 9 tuh khusus buat olahraga, sampai jam 10 lah kadang-kadang," tuturnya. Ia menekankan juga bahwa tak pernah sehari pun ia melewatkannya tanpa olahraga.

"Kalau sehari saya enggak berolahraga, badan terasa enggak enak," aku perempuan jebolan New York University (NYU) yang menyadari bahwa kesehatan merupakan aset utama untuk bisa melakukan banyak hal.

Dalam berolahraga cardio jadi andalannya. Favoritnya yaitu lari. Menurutnya, latihan cardio memiliki kelebihan dalam endurance atau ketahanan sehingga lebih cocok bagi ia yang memang dinamis. "Dibanding saya disuruh sprint ya, saya mungkin enggak akan kuat. Lari jarak jauh malah saya lebih kuat," tukas Andini. 


(Terhitung sudah lebih dari 10 tahun perempuan bernama panjang Andini W. Effendi ini berkarier menjadi jurnalis. Foto: Dok. Medcom.id/Tio)

Wajib Minum Apple Cider Vinegar (ACV)

Mengonsumsi ACV disebutkan dalam sebuah laman memiliki banyak manfaat, antara lain membantu permasalahan pencernaan. Ternyata ini juga salah satu resep tubuh sehat perempuan jurusan Resolusi Konflik di NYU ini. Ia rajin mengonsumsinya setiap hari.

"Setiap hari saya minum Apple Cider Vinegar dua shots, satu shots itu dua sendok makan kemudian dicampur air sedikit. Itu buat mengontrol asam lambung di dalam tubuh kita, jadi itu sebelum olahraga minum itu saja," papar wanita cantik yang saat ini sedang membawakan acara Q&A dan Primetime News di Metro TV ini.

Selain mengonsumsi sari cuka apel, Andini juga biasa menambahkan rutinitas sebelum olahraganya dengan minum black coffee yang dicampur kayu manis dan virgin coconut oil. Semacam ritual wajib baginya, campuran tersebut ia konsumsi agar bisa menambah endurancenya agar lebih panjang sekaligus bisa membuat kenyang lebih lama.

Kenapa hal itu menjadi sesuatu yang wajib? "karena itu rasanya mengenyangkan banget. Orang puasa, sahurnya cuma minum itu deh, virgin coconut oil dicampur dengan jus bisa membuat kita tuh fullfilling banget," ujarnya lagi.


(Meskipun selalu terlihat serius dan lugas di layar kaca, mantan model jebolan salah satu majalah fesyen di Jakarta ini ternyata juga menyukai hal-hal yang berhubungan dengan olaharaga dan kesehatan. Foto: Dok. Medcom.id/Tio)

Wajib Makan Sehat

Tak lengkap memang jika kebiasaan ini tak disempurnakan dengan kebiasaan makan sehat. Dan wanita yang sejak duduk di bangku SMP mencintai dunia jurnalistik ini juga melakukannya.

"Saya selalu membiasakan diri memakan makanan yang segar, yang tidak diproses," ungkap perempuan yang mengakui jika kebiasaan ini melenceng maka tubuhnya akan bereaksi.

Tak disangka sela beberapa menit, ia bersin-bersin. "Sepertinya ini tadi akibat saya makan sesuatu yang enggak segar deh tadi," ujarnya sambil tersenyum lalu meneruskan pose untuk difoto kembali.

Menurut wanita yang belum lama ikut maraton 42 KM di Paris ini masih banyak anggapan masyarakat yang salah kaprah soal makan sehat. "Terkadang orang suka salah pengertian. Mau makan sehat jadinya ribet, kalau sudah begitu jadinya malas makan karena repot. Padahal menurut saya begini, makan urap saja sudah sehat sekali. Sayurnya direbus, dapat dressing coconut kan sehat," jelas Andini.

"Definisi makanan sehat buat orang tuh juga agak salah sekarang. Definisi makan sehat itu misalnya, makan salad iya sehat. Iya oke, tapi sausnya seperti apa? Nah di sini kita perlu lebih teliti. Sausnya apakah pakai gula atau tidak. Banyak krim-krim, banyak lemaknya, itu sebenarnya jadi enggak sehat."


(Andini saat berkesempatan mewawancarai Tun Mahathir Mohamad. Foto: Dok. Instagram Andini Effendi/@andinieffendi)

Meskipun makanan sehat identik dengan harga yang mahal dan susah didapat, menurutnya definisinya dulu yang perlu dipahami lalu diaplikasikan. "Karena bukan itu. Sebenarnya makan karedok tuh sudah paling sehat, tidak perlu terlalu banyak saja saus kacangnya. Sebenarnya tuh tidak sulit tapi karena perspektif kita tuh sudah tiga itu, ribet, susah, mahal, jadi malas," tukas Andini.

Selain gaya hidup sehat bagi dirinya, ternyata wanita cantik penyuka lari ini juga sangat peduli pada lingkungan sekitar.

Apa pasal? "Bagi saya gaya hidup sehat dan lingkungan yang sehat sama pentingnya. Mungkin effort saya untuk tidak memakai sedotan plastik, mengumpulkan kertas bekas yang sudah dipakai dua sisinya, dan mengumpulkan botol-botol plastik di rumah untuk saya berikan kepada mereka yang membutuhkan, kecil. Tapi setidaknya dari saya pribadi ikut melakukan environment awareness. Paling tidak orang akan melihat apa yang saya lakukan. Saya juga berharap dengan lebih banyak orang melihat mereka menyontoh dan dampaknya semakin banyak lagi orang yang melakukan hal yang sama. Butuh kerja bersama-sama untuk bisa menciptakannya," tutup Andini.


(TIN)