Cara Praktis Mengukur Tekanan Darah di Rumah

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 15 May 2018 13:20 WIB
hipertensi
Cara Praktis Mengukur Tekanan Darah di Rumah
Salah satu solusi dari deteksi dini adalah pengukuran secara mandiri. Beberapa hal harus perhatikan terlebih dulu sebelum mengukur tekanan darah. (Foto: Ümit Bulut/Unsplash.com)

Jakarta: Hipertensi adalah salah satu faktor risiko yang dapat memicu berbagai macam penyakit berbahaya seperti serangan jantung, stroke hingga gagal ginjal. Oleh karena itu, deteksi dini merupakan bentuk pencegahan yang paling tepat.

"Baiknya mengukur tekanan darah dilakukan saat tubuh sedang santai atau tidak beraktivitas sehingga tidak terjadi fluktuasi," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Rossana Barrack, SPJP(K), FIHA.

Oleh karena itu, deteksi dini dengan pengukuran tekanan darah perlu dilakukan setidaknya tiga hingga empat kali dalam seminggu. Hal tersebut tentu memberatkan bagi beberapa orang, mengingat kegiatan yang padat di kota besar.

Salah satu solusi dari deteksi dini adalah pengukuran secara mandiri. Beberapa hal harus perhatikan terlebih dulu sebelum mengukur tekanan darah.

(Baca juga: Mengonsumsi Pizza Beku Picu Hipertensi)


(Pengukuran tekanan darah baiknya dilakukan sebelum sarapan dan mengonsumsi obat-obatan di pagi hari. Foto: Gaelle Marcel/Unsplash.com)

1. Berada di tempat yang tenang 
Duduk di tempat yang sunyi, tenang, dan santai. Tenangkan diri sebelum pengukuran, tak perlu mengeluarkan suara atau bicara.

2. Lakukan di waktu yang sama 
Lakukan pengukuran tekanan darah setiap hari pada waktu yang sama. Idealnya, lakukan di pagi hari sebelum beraktivitas atau di sore hari setelah beraktivitas.

3. Tidak sambil melakukan beberapa hal 
Jangan mengukur tekanan darah sambil menahan buang air kecil atau setelah minum kopi atau teh.

4. Idealnya dilakukan sebelum sarapan 
Pengukuran baiknya dilakukan sebelum sarapan dan mengonsumsi obat-obatan di pagi hari serta sebelum makan makanan, obat, atau alkohol dan mandi di malam hari.

Pengukuran tekanan darah secara mandiri juga tak harus terpatok di salah satu tangan saja. Jika keduanya menunjukkan angka yang berbeda, asalkan selisih tidak lebih dari 20 mmHg, maka hal tersebut masih wajar.





(TIN)