Studi: Pola Makan Selama Hamil Pengaruhi Kesehatan Ibu dan Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 27 Apr 2018 07:31 WIB
kehamilan
Studi: Pola Makan Selama Hamil Pengaruhi Kesehatan Ibu dan Anak
Berat badan dan pola makan ibu saat kehamilan juga memberi dampak tersendiri pada kesehatan. (Foto: Omar Lopez/Unsplash.com)

Jakarta: Tak sedikit wanita hamil yang ingin mengonsumsi makanan manis dan berkalori tinggi lebih dari normal, saat mereka harus memenuhi kebutuhan gizi si janin.

Ternyata, sebuah studi menemukan bahwa konsumsi kedua jenis makanan tersebut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada anak dalam masa pertumbuhan.

Studi yang dilakukan oleh Cambridge University di Inggris tersebut menemukan bahwa tikus betina yang diberikan pola makan tinggi lemak dan gula saat hamil ternyata memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan nutrisi janin pada fase kritis kehamilan.

Konsekuensi jangka panjang yang terlihat pada anak dengan ibu kelebihan berat badan saat kehamilan adanya kecenderungan yang lebih besar untuk terkena penyakit seperti obesitas, hipertensi dan diabetes saat dewasa.

"Kami masih belum tahu konsekuensi pasti pada fetus, namun penelitian ini memastikan adanya masalah metabolis saat anak dewasa," ujar pemimpin studi Dr Amanda Sferruzzi-Perri dalam sebuah rilis.


(Berat badan dan pola makan ibu saat kehamilan juga memberi dampak tersendiri pada kesehatan. Foto: Freestock.org/Unsplash.com)

(Baca juga: Kapan Morning Sickness Mulai dan Kapan Berhenti?)

Hal ini dikarenakan perubahan pada pasokan nutrisi dan oksigen dalam masa perkembangan menyebabkan perubahan permanen pada struktur jaringan tertentu.

Berat badan dan pola makan ibu saat kehamilan juga memberi dampak tersendiri pada kesehatan. Studi tersebut menemukan bahwa induk tikus yang dengan pola makan buruk tersebut juga berisiko lebih besar untuk terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas.

Meskipun baru diujicoba pada tikus, para peneliti berpendapat bahwa hal tersebut juga berlaku pada manusia.

"Kita tahu bahwa obesitas di masa kehamilan adalah salah satu faktor risiko penyebab komplikasi kesehatan untuk ibu dan anak. Studi ini memberikan pandangan bagaimana sebaiknya kita mengatur mekanisme selama kehamilan," sarannya.





(TIN)