Cara Mencegah Kenaikan Badan Paska Berhenti Merokok

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 12 Jul 2018 11:48 WIB
kesehatan
Cara Mencegah Kenaikan Badan Paska Berhenti Merokok
Mantan perokok disarankan untuk mulai rutin melaukan olahraga. Menurut penelitian, hal itu ampuh menjaga berat badan. (Foto: Geert Pieters/Unsplash.com)

Jakarta: Berat badan bertambah merupakan salah satu efek yang sering dirasakan oleh mantan perokok. Meski langkah baik menjaga kesehatan, namun postur tubuh yang terlihat gemuk membuat seorang mantan perokok menjadi minder terhadap penampilan fisik mereka.

Untuk mengatasi hal itu, mantan perokok disarankan untuk mulai rutin melaukan olahraga. Menurut penelitian, hal itu ampuh menjaga berat badan.

"Menjadi aktif setelah berhenti merokok ditemukan untuk mengurangi berat badan, terlepas dari jumlah aktivitas fisik sebelum berhenti," kata Dr JoAnn Pinkerton, direktur eksekutif American Menopause Society Amerika saat dikutip dari WebMD.

(Baca juga: Berhenti Merokok Menyebabkan Obesitas, Apa yang Salah?)


(Mantan perokok disarankan untuk mulai rutin melaukan olahraga. Menurut penelitian, hal itu ampuh menjaga berat badan. Foto: Jacob Postuma/Unsplash.com)

Pada studi baru yang melibatkan lebih dari 4.700 wanita pascamenopause selama tiga tahun, berat badan mantan perokok pada umumnya naik rata-rata 7,7 pound atau 3.46 kilgram. Namun, setelah rutin melakukan olahraga ringan kenaikan berat badan turun menjadi 5,6 pound setelah meningkatkan level aktivitas fisik mereka.

Penelitian ini dipimpin oleh Juhua Luo dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indiana itu juga menemukan, kombinasi olahraga dengan makanan sehat semakin menurunkan kenaikan berat badan yang dialami oleh seseorang saat berhenti mengonsumsi salah satu produk tembakau.

"Meskipun hasil terbaik dalam membatasi kenaikan berat badan setelah berhenti merokok ditemukan pada wanita yang melakukan aktivitas intensitas sedang selama 150 menit per minggu, manfaat juga ditemukan dalam aktivitas yang kurang intens, seperti berjalan 90 menit per minggu pada 3 mil per jam," ujar dia. Studi ini diterbitkan online 11 Juli di jurnal NAMS Menopause.





(TIN)