Ini Penyebab Sindrom Iritasi Usus

Torie Natalova    •    Kamis, 05 Jul 2018 11:27 WIB
kesehatan pencernaan
Ini Penyebab Sindrom Iritasi Usus
Faktor-faktor psiko-sosial seperti tekanan kehidupan atau ciri kepribadian juga bisa menyebabkan sindrom iritasi usus besar. (Foto: Boram Kim/Unsplash.com)

Jakarta: Sindrom iritasi usus besar biasanya datang dengan gejala seperti kram, diare, konstipasi atau bahkan ketiganya. Penyakit ini adalah gangguan gastrointestinal yang sebagian besar disebabkan oleh kesalahan "komunikasi" antara otak dan usus.

Otak dan usus berbicara satu sama lain melalui sesuatu yang disebut sumbu otak-usus. Dalam sindrom ini, sinyal di kedua arah dapat disalahartikan, menghasilkan perubahan di otak dan dalam usus yang menghasilkan gejala tersebut.

Sindrom ini juga seringkali didefinisikan sebagai nyeri perut berulang terkait dengan perubahan frekuensi dan bentuk gerakan usus, setidaknya sekali seminggu selama tiga bulan terakhir.

(Baca juga: Gejala Kanker Usus Besar yang Harus Diwaspadai)


(Sindrom iritasi usus besar biasanya datang dengan gejala seperti kram, diare, konstipasi atau bahkan ketiganya. Penyakit ini adalah gangguan gastrointestinal yang sebagian besar disebabkan oleh kesalahan "komunikasi" antara otak dan usus. Foto: Yuris Alhumaydy/Unsplash.com)

Apa yang menyebabkan sindrom iritasi usus besar? 

Dilansir dari Womenshealthmag, penyebabnya sangat bervariasi pada setiap orang. Ini kemungkinan karena genetik atau mungkin dipicu oleh sesuatu seperti perubahan bakteri usus akibat infeksi atau efek setelah meminum antibiotik.

Faktor-faktor psiko-sosial seperti tekanan kehidupan atau ciri kepribadian juga bisa menyebabkan sindrom ini. Masalah kesehatan mental juga dapat berperan seperti memiliki kecemasan dan depresi yang mendasar.

Sindrom iritasi usus sebagian besar memengaruhi wanita daripada pria karena hormon wanita dan pria berbeda. Makanan berlemak, produk susu, alkohol, pemanis buatan dapat memicu gejalanya karena semua bahan tersebut kurang diserap oleh usus.





(TIN)