Lebih Intens Berolahraga dengan Strong by Zumba

   •    Minggu, 12 Mar 2017 09:00 WIB
Lebih Intens Berolahraga dengan Strong by Zumba
(Foto: Bussiness Insider)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak mendunia pada 2001, zumba terus menjadi jenis latihan tubuh yang digemari. Berbagai konsep zumba bermunculan, bahkan hingga kini. Teranyar di Jakarta, setahun ini makin akrab terdengar jenis latihan Strong by Zumba. Dari namanya, orang mungkin mengira ini menekankan pada gerakan tarian dan kardio.

Namun, ada perbedaan lain yang diusung meski memang terinspirasi oleh konsep latihan high intensity interval training (HITT), yaitu latihan kardio yang menggunakan kombinasi antara latihan intensitas tinggi dan intensitas sedang atau rendah dalam selang waktu tertentu.

Keunikan Strong by Zumba ada pada musiknya. Meski musik menjadi unsur mutlak, olahraga ini dikatakan non-dance movement (gerakan bukan tari). Dengan begitu, musik yang digunakan bukan untuk gerakan koreografi ritmis. Musik diciptakan khusus oleh brand zumba dengan mengikuti gerakan-gerakan sasaran latihan ini. Lalu musik itu disempurnakan lagi sehingga mengarahkan gerakan-gerakan olahraga terus ke intensitas yang lebih tinggi.

Maka latihan dengan gerakan yang semakin menguras tenaga itu pula yang terlihat di kelas Strong by Zumba di Celebrity Fitness Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (8/2).

Dengan durasi kelas selama 60 menit, para peserta hanya diperbolehkan mendapat istirahat sekali, yakni di tengah berlangsungnya kelas. Namun, dengan campuran bit musik hiphop, RnB, dan remix, suasana kelas begitu tampak riuh sehingga bak menghilangkan rasa lelah.

Seperti kebanyakan kelas kebugaran pada umumnya, sekitar 10 sampai 15 menit pertama, instruktur yang berada di atas panggung akan mengisi dengan sesi pemanasan dengan lebih banyak menggerakkan kaki dan tangan untuk merenggangkan otot.

"Biasanya sekitar 10 menitan pertama ini kita yang ringan-ringan, tetapi tetap masuk ke HIIT. Barulah setelah melewati 15 menit, porsi latihan utama dari Strong by Zumba ini dimulai," tutur Ken yang merupakan instruktur Strong by Zumba.

Pria yang sudah 12 tahun menjadi instruktur di jaringan pusat kebugaran itu menjelaskan selama 60 menit kelas yang dipimpinnya akan banyak melakukan gerakan kardio dan pertarungan (combat) meliputi latihan squat, burpeess, push up, dan melompat.

Kaum hawa yang jumlahnya puluhan itu pun dipaksa untuk mengikuti segala gerakan yang diperagakan Ken. Dengan terus memberikan semangat, seluruh bagian tubuh para peserta pun terus bergerak dengan iringan musik bertempo cepat yang sudah disiapkan Ken.

Untuk manfaat, Ken mengatakan peserta Strong by Zumba akan dapat merasakan setelah mengikuti dua sampai tiga kali kelas kebugaran ini. Stamina akan lebih bertambah, otot tubuh akan lebih terbentuk, meningkatkan keseimbangan tubuh, kelincahan, serta pembakaran lemak dan kalori yang maksimal.

"Kalau manfaat itu tak perlu ditanya, latihan yang masuk kategori HIIT ini dijammin akan menguras banyak tenaga yang tentunya sangat bermanfaat bagi tubuh karena akan membakar sekitar 1.000 kalori yang diikuti pembentukan massa otot," terangnya.

Olahraga lain terasa ringan

Salah satu peserta kelas ini yang juga seorang ibu rumah tangga, Lucy Kusandri, mengatakan begitu antusias ketika pertama kali akan dibuka kelas Strong by Zumba. Dirinya pun sempat bertanya kepada Celebrity Fitness mengenai perbedaan zumba ini dengan zumba pada umumnya.

Dijelaskan bahwa Strong by Zumba lebih hardcore dan HIIT yang membuat tubuh akan lebih banyak terlatih secara intens.

"Awalnya saya kira juga seperti zumba yang menari-nari dan aerobik, tetapi ternyata tidak. Karena justru lebih hardcore, hard trainning, dan gerakannya banyak yang mengikuti latihan kardio dan combat," tutur Lucy.

Lucy yang tak pernah absen mengikuti kelas ini pun mengaku mendapatkan banyak manfaat untuk tubuhnya. Yang paling nyata menurutnya ialah menghilangkan stres, mengurangi berat badan, membentuk otot tubuh, dan meningkatkan stamina.

"Yang saya rasa itu pasti bagian kaki, paha, dan pinggang ya. Karena kita kan banyak latihan jumping, jumping squat, floor exercise, dan lainnya. Berbeda dengan zumba biasa yang latihannya lebih banyak menekankan ke aerobik sehingga keringat yang keluar ya hanya begitu saja," jelasnya.

Selain itu, dengan rutin mengikuti kelas ini, Lucy dan beberapa teman di kelas ini pun merasa lebih mudah jika mengikuti kelas kebugaran lain yang notabane juga menerapkan HIIT. Tubuh sudah terlatih selama 60 menit melakukan latihan yang menguras stamina.

"Percaya tidak percaya, saya sama teman-teman setelah rutin mengikuti kelas ini jadi terbiasa jika mengikuti kelas kebugaran lain seperti kelas combat dan saltar," sambung Lucy. (Fario Untung Tanu
/ Media Indonesia)
(DEV)