Diet Ini Bantu Turunkan Risiko Alzheimer

Nia Deviyana    •    Selasa, 01 Nov 2016 15:16 WIB
dietalzheimerinformasi kesehatan
Diet Ini Bantu Turunkan Risiko Alzheimer
Asupan makanan sehat bantu mengurangi risiko Alzheimer (Foto: Prevention)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tujuh tahun lalu, Myriam Marquez yang sedang menyetir tiba-tiba menghentikan mobilnya. Ia lupa jalan menuju ke rumahnya.

"Saya langsung menelepon anak saya. Saya sangat panik," ujar perempuan 69 tahun ini.

Sejak saat itu, Myriam yakin dirinya mengidap Alzheimer. Setelah menjalani pemeriksaan, dugaannya benar. Ia mengidap Alzheimer.

Myriam tidak terkejut mendengar diagnosa tersebut. Sebelumnya, lima saudara kandung ayahnya meninggal karena alzheimer. Dua saudaranya juga memiliki penyakit tersebut. Putrinya, yang kini berusia 47 tahun juga mulai menunjukkan tanda-tanda alzheimer.

"Tapi saya beruntung masih berada dalam tahap awal," tambah Myriam. Setelah diagnosis itu, ia mulai melakukan beberapa langkah agar Alzheimer yang diidapnya tidak semakin parah.

Pertama, ia menerapkan pola makan sehat. Tak lagi mengonsumsi pasta, pizza, dan makanan cepat saji. Dia sekarang menganut diet yang didominasi menu sayuran, ikan, dan  kedelai. Myriam juga membatasi asupan gula halus.

Suzanne Craft, profesor Geontology dan Geriatri menganalisis bagaimana makanan yang kita konsumsi dapat memengaruhi kinerja otak. Kesimpulannya, beralih ke pola makan yang sehat mengurangi risiko alzheimer.

MIND diet yang merupakan kolaborasi diet mediterania dan dash diet dipercaya mampu menurunkan risiko alzheimer.

Diet MIND menyarankan Anda untuk mengonsumsi sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan salad (6 porsi dalam seminggu), kacang (5 porsi dalam seminggu), berry (2 atau lebih dalam seminggu), kacang polong (3 porsi seminggu), biji-bijian (3 porsi lebih dalam seminggu), ikan (sekali seminggu), daging unggas (2 kali seminggu), dan minyak zaitun.

Dalam diet MIND, Anda juga disarankan membatasi asupan daging merah (boleh dimakan kurang dari empat porsi dalam seminggu), mentega dan margarin (kurang dari satu sendok makan per hari), keju (kurang dari satu porsi seminggu), kue dan permen (kurang dari 5 porsi seminggu), gorengan dan makanan cepat saji (kurang dari satu porsi seminggu).

Sebuah studi menemukan, orang yang menganut diet MIND sukses menurunkan risiko alzheimer sebanyak 54 persen, dan berkurangnya risiko terkena berbagai macam penyakit sebesar 35 persen.

Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia. National Institutes of Health's National Institute mengatakan, azheimer menjadi penyebab keenam kematian di Amerika Serikat.

Sebuah penelitian mengungkapkan, alzheimer terjadi ketika jumlah protein di otak berada di angka yang tak wajar, yang disebut dengan plak amiloid. Belum diketahui secara pasti penyebab plak amiloid.

Penelitian yang dilakukan Dementia of Aging Branch of the National Institute mengungkapkan, orang dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengidap alzheimer.




Olahraga Teratur Bisa Mencegah Alzheimer




(DEV)