Alasan Tidur Bayi Tidak Terprediksi

Yatin Suleha    •    Rabu, 23 Nov 2016 13:06 WIB
perkembangan anak
Alasan Tidur Bayi Tidak Terprediksi
Diantara waktu 4-6 bulan, para ahli menjelaskan, kebanyakan bayi sudah mampu untuk tidur malam selama 8-12 jam. (Foto: Sleeptightsolutions)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak bayi Anda dilahirkan, ia akan lebih banyak tidur. Namun, waktu tidurnya tidak sama dengan kita, orang dewasa. Pertanyaan lainnya adalah, mengapa tidur bayi tidak terprediksi? 

(Baca juga: Momen Perkembangan Bayi yang Menggemaskan)

Dilansir dari BabyCenter Medical Advisory mengenai "Pengetahuan Soal Tidur Bayi-Sejak Lahir - 3 Bulan", siklus tidur bayi lebih pendek dari orang dewasa, dan bayi menghabiskan lebih banyak waktu tidurnya dalam fase REM (Rapid Eye Movement) atau yang biasa kita kenal dengan tidur nyenyak.

Tidur dalam fase REM pada bayi merupakan hal yang penting untuk perkembangan di dalam otaknya yang luar biasa.

Tidurnya yang tak terprediksi ini adalah tahap penting baginya dan tenang, ini tak akan berlangsung lama - walaupun ini nampak lama sekali, berbanding terbalik dengan kondisi Anda yang sedang kurang-kurangnya tidur.

Kapan ia akan tidur lebih lama?
Di usia 6-8 minggu, kebanyakan bayi mulai untuk tidur dengan waktu yang lebih pendek selama satu hari dan lebih lama di malam hari. 

Walau kebanyakan masih terbangun untuk meminta ASI di malam hari. Tidur ini juga periodenya pendek dalam tidur fase REM, dan lebih lama periodenya pada tidur yang belum memasuki fase REM (tidur yang belum nyenyak).

Diantara waktu 4-6 bulan, para ahli menjelaskan, kebanyakan bayi sudah mampu untuk tidur malam selama 8-12 jam. Bahkan beberapa bayi bisa tidur lebih lama lagi dari waktu tersebut sampai ia mendekati usia 6 minggu. 






(TIN)