Aktivitas Fisik Ringan Tetapi Sering Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 24 Sep 2017 14:14 WIB
kesehatan
Aktivitas Fisik Ringan Tetapi Sering Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung
(Foto: Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi mengungkapkan bahwa aktivitas fisik, baik berolahraga maupun hanya berjalan santai, dapat mencegah risiko penyakit jantung dan kematian.

Sebuah studi Epidemiologi Perdesaan Perkotaan yang Prospektif (PURE) yang melibatkan lebih dari 310 ribu orang dari 17 negara menunjukkan bahwa berbagai jenis aktivitas yang dilakukan dengan durasi 30 menit per hari atau 150 menit per minggu, baik untuk menjaga kesehatan detak jantung.

Studi tersebut melibatkan negara dengan pendapatan rendah hingga menengah, yang mana penduduknya tidak menghabiskan waktu luang dengan beraktivitas fisik.

"Dengan melibatkan negara berpendapatan rendah dan menengah, kami dapat menentukan keuntungan dari berbagai aktivitas seperti saat pergi pulang kerja, memiliki pekerjaan yang aktif, bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga," ujar peneliti utama Scott Lear.

Ia menambahkan, satu dari empat orang di seluruh dunia tidak menemukan pedoman aktivitas saat ini. Bahkan di Kanada, perbandingan menjadi tiga dari empat orang.

Studi tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya pedoman aktivitas, risiko kematian akibat berbagai hal bisa berkurang hingga 28 persen, risiko penyakit jantung berkurang hingga 20 persen, terlepas dari jenis kegiatan yang dilakukan. Contohnya, mereka yang berjalan cepat selama 750 menit per minggu memiliki penurunan risiko kematian hingga 36 persen.

Namun, tak sampai 3 persen dari pertisipan mencapai tingkat tersebut dalam terkait aktivitas waktu luang. Sementara 38 persen partisipan mencapai target dari beberapa aktivitas seperti saat dalam perjalanan pergi pulang, aktif saat bekerja, dan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Lear mengungkapkan, bahwa untuk mendapatkan manfaat maksimal dari aktivitas fisik, sebaiknya hal tersebut dijadikan sebagai aktivitas keseharian.

"Pergi ke gym itu baik, namun kita tak menghabiskan banyak waktu di sana. Jika kita berjalan ke kantor atau saat makan siang, hal itu akan membantu," ia memberi contoh.




(DEV)