Sering Lembur Berpengaruh Terhadap Kesehatan Jantung

Nia Deviyana    •    Minggu, 16 Jul 2017 15:12 WIB
kesehatan jantung
Sering Lembur Berpengaruh Terhadap Kesehatan Jantung
(Foto: Time)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lama waktu bekerja memiliki dampak pada suasana hati, tingkat stres, bahkan lingkar pinggang. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan, risiko penyakit jantung turut mengintai mereka yang kerap bekerja secara berlebihan.

Dilansir dari Time, orang-orang yang menghabiskan lebih dari 55 jam dalam seminggu untuk bekerja lebih berisiko mengembangkan fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung (AFib), stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Risiko tersebut lebih kecil dibandingkan mereka yang bekerja 40 jam dalam seminggu atau kurang.

Analisis terbaru yang diterbitkan dalam European Heart Journal, dan dipimpin oleh peneliti di University College London menggabungkan data dari delapan penelitian sebelumnya, yang mencakup 85 ribu pria dan wanita asal Inggris, Denmark, Swedia, dan Finlandia.

Awalnya, tak satu pun peserta memiliki AFib di awal penelitian. Namun, sebanyak 1.061 memiliki risiko penyakit tersebut 10 tahun setelahnya.

Angka tersebut setara dengan ada 12,4 kasus AFib pada setiap 1,000 orang pada penelitian ini. Tetapi ketika para peneliti melihat secara khusus pada mereka yang bekerja 55 jam per minggu atau lebih, jumlahnya melonjak menjadi 17,6 di setiap 1.000 orang.

Dengan kata lain, mereka yang paling lama bekerja 40 persen lebih mungkin mengembangkan AFib, dibandingkan mereka yang bekerja 35-40 jam dalam seminggu - bahkan setelah hasilnya disesuaikan dengan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, obesitas, status sosial ekonomi, kebiasaan merokok, minum alkohol, dan aktivitas fisik yang dilakukan di waktu luang.

Terlebih, 90 persen kasus tersebut terjadi pada orang yang sebelumnya tak memiliki penyakit kardiovaskular.

Meski demikian, penulis studi menggarisbawahi bahwa 40 persen peningkatan risiko AFib bukanlah masalah besar, tergantung seberapa tinggi risiko keseluruhan seseorang terhadap penyakit jantung.

Para periset belum bisa menjelaskan bagaimana waktu bekerja bisa berpengaruh terhadap AFib. Namun, mereka menduga stres dan kelelahan dapat memicu sistem saraf kardiovaskular dan otonom menjadi rentan terhadap kelainan.


(DEV)