Tips Meningkatkan Kesuburan Bagi Pria dan Wanita

   •    Rabu, 30 Aug 2017 16:52 WIB
tips kesehatan
Tips Meningkatkan Kesuburan Bagi Pria dan Wanita
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gaya hidup di era serba instan ini sering kali memengaruhi kesehatan kesejahteraan Kira. Paparan polusi, toksin, dan makanan tak sehat dapat menurunkan kesuburan pria maupun wanita.

1. Merokok

Satu dari banyak efek merusak dari rokok adalah penurunan produksi sperma. Studi ilmiah membuktikan peningkatan merokok menyebabkan sperma abnormal, produksi sperma berkurang dan sperma motil lebih sedikit. 

Merokok menggunakan shisha atau sejenisnya bahkan penyalahgunaan zat seperti ganja dan obat-obatan terlarang hanya semakin memperburuk keadaan.

Kebanyakan pria cenderung menolak dan mempertahankan kebiasaan merokok lantaran ayah dan nenek moyang yang merokok masih mampu memiliki banyak anak. Tetapi faktanya tidak ada dua orang yang bereaksi sama terhadap racun. Terlebih generasi sebelumnya tidak banyak terpapar racun seperti saat ini.

Ada juga bukti yang cukup menunjukkan bahwa rokok menyebabkan disfungsi ereksi pada pria dan pada wanita dapat mengalami masalah pada kehamilan. Rokok juga membuat wanita mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, infertitilas tuba dan masalah rahim yang menyebabkan kegagalan untuk hamil.

2. Alkohol

Alkohol memiliki efek yang sama pada morfologi sperma, kuantitas dan motilitas. Satu atau dua gelas seminggu akan membahayakan kesuburan Anda. Kelebihan alkohol menyebabkan penurunan libido.

Sementara pada wanita yang mengonsumsi satu hingga lima minuman beralkohol seminggu dikaitkan dengan tingkat konsepsi yang menurun, berisiko mengalami ovulasi yang tidak teratur, menopause dini dan keguguran selama kehamilan.

3. Makan berlebihan

Pola makan yang tidak sehat dapat menyebabkan obesitas dan mengurangi kesuburan karena lemak mengubah hormon testosteron menjadi estrogen. Hormon estrogen yang menjalar ke tubuh pria akan menurunkan produksi sperma.

Lima persen pengurangan berat pada wanita yang resisten terhadap insulin dan memiliki sindrom ovarium polikistik diketahui mampu membuat wanita memproduksi sel telur dengan siklus ovulasi dan sek telur yang lebih baik.

4. Makan sembarangan

Dengan jenis kuliner yang beragam sangat menggoda untuk dikonsumsi. Serinkali konsumsi makanan ini melampaui kebutuhan metabolik tubuh. Memilih indeks glikemik rendah dan makanan sehat, seimbang dan teratur dapat mencegah penurunan kesuburan.

5. Olahraga teratur

Latihan kebugaran yang baik penting untuk menyeimbangkan kalori yang kita konsumsi. Berjalan atau bersepeda, naik tangga atau bila cuaca bagus joging di pantai akan membuat tubuh memperoleh udara segar dan kardio Anda akan melakukan keajaiban bagi tubuh dan pikiran.

6. Hindari stres

Mengelola stres sudah menjadi isu hangat bagi para ahli dan peneliti kesuburan dalam beberapa waktu. Banyak ahli mengadopsi sikap holistik terhadap perlakuannya. Jika Anda berada di bawah tingkat stres yang ekstrem, tubuh akan berperilaku ta beraturan.

Stres juga sering menggangu keseimbangan hormonal yang menyebabkan ovulasi, menstruasi, dan pembuahan lebih sulit. Ketika Anda berencana untuk hamil, bebaskan diri dari stres. Mulailah melakukan aktivitas seperti yoga, olahraga atau hobi Anda.

7. Hindari kondisi lingkungan yang berbahaya

Produksi sperma secara alami sangat sensitif terhadap kenaikan suhu. Penggunaan laptop di pangkuan akan mengarahkan panas dan radiasi yang mengganggu produksi sperma.

Begitu pula bagi mereka yang bekerja di industri minyak dan gas bumi, industri pertambangan, koki, patut mewaspadai paparan panas yang berkepanjangan. Minimalisasi kemungkinan itu dengan mengenakan pelindung dan pakaian yang mampu mengurangi tingkat pemaparan.

8. Gunakan produk bebas toksin

Hentikan penggunaan alat makan dari bahan plastik yang bisa melepaskan bisfenol dari waktu ke waktu. Bahan kimia dari barang plastik memiliki efek estrogenik yang secara langsung mengganggu spermatogenesis. 

9. Rencanakan kehamilan

Kesuburan wanita mencapai puncaknya pada usia 20 tahunan dengan kualitas dan jumlah telur yang lebih baik. Setelah usia 40 tahun penurunan kesuburan lebih cepat dan kemungkinan hamil sangat rendah. (Gulf News)


(MEL)