Urgensi Simulasi Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 14 Sep 2017 07:00 WIB
virus flu burung
Urgensi Simulasi Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza
Kemenkes memberikan simulasi deteksi dini penularan flu burung dari unggas ke manusia serta sinyal epidemologi, pernyataan Kejadian Luar Biasa. (Foto: Nature)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI akan mengadakan simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza pada 19-20 September 2017 di daerah Tangerang Selatan. 

Episenter pandemi influenza adalah lokasi pertama tempat ditemukannya sinyal epidemiologis dan sinyal virologis pandemi influenza antarmanusia yang dapat menimbulkan terjadinya pandemi influenza. 

Sementara, pandemi influenza adalah wabah influenza yang terjadi di berbagai negara dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Meskipun jarang terjadi, pandemi bersifat berulang. 



Dua Hal Sebab Pendemi Influenza
Penyebab pandemi influenza sendiri disebabkan oleh dua hal, yaitu:

1. Mutasi adaptif dimana awalnya hanya terjadi pada hewan namun juga bisa mengenai manusia dan adanya pertukaran gen antara virus inflenza burung

2. Dan virus influenza manusia yang menimbulkan jenis virus influenza baru, dimana sifatnya tetap sama yaitu cepat dan mudah menular

Tujuan dari dilakukannya simulasi tersebut adalah menguji kemampuan Indonesia dalam melakukan penanggulangan pandemi influenza dari tempat asal/sumbernya. 

(Baca juga: Flu Burung Merebak di Filipina, 600.000 Unggas Mati Mendadak)

"Pemilihan kota Tangerang Selatan sendiri dikarenakan kota tersebut merupaka kota pertama yang terjangkit flu burung di tahun 2005," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI dr. Wiendra Woworuntu, M. Kes dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Rabu (13/9/2017).

Sebelumnya, simulasi semacam ini sudah pernah diadakan sebelumnya pada April 2008 di Desa Dangin Tukadaya Bali yang berfokus pada pedesaan. Setahun kemudian, simulasi kembali dilakukan di lokasi Kelurahan Kassi-kassi dan Bontomakio, Kota Makassar, yang berfokus di perkotaan. 



Respons Episenter Pandemi Influenza
Untuk bulan ini, simulasi akan melihat bagaimana respons episenter pandemi influenza di daerah pedesaan dan perkotaan dalam bingkai kebencanaan nasional dengan empat lokasi utama yaitu Kota Tangerang Selatan (Puskesmas Setu, Kelurahan Setu, Kawasan Puspitek, Pasar Modern BSD, RS Eka, BATAN), RSUD Kota Tangerang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Pelabuhan Merak Banten.) 

Semua kalangan akan turut serat dalam simulasi tersebut dimana baik dari pihak swasta, pemerintah, maupun observer lingkup nasional dan internasional seperti WHO, FAO, UNDP, dan lain-lain. 

Beberapa kegiatan yang akan disimulasikan adalah respons cepat (deteksi dini penularan flu burung dari unggas ke manusia serta sinyal epidemologi, pernyataan Kejadian Luar Biasa, dan lain-lain), penanggulangan (penutupan pasar, depopulasi unggas dan desinfektan, surveilans aktif, intervensi farmasi, respons medis, dan lain-lain).

Selain itu juga ada pengakhiran penanggulangan episenter pandemi influenza (pernyataan pencabutan episenter pandemi, pencabutan tanggap darurat, serta penghentian kegiatan penanggulangan dan beralih ke transisi darurat penanggulangan dan peralihan ke kegiatan rutin setempat).










(TIN)