Punya Banyak Teman Bisa Kurangi Risiko Diabetes 2?

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 21 Dec 2017 14:21 WIB
kesehatandiabetes
Punya Banyak Teman Bisa Kurangi Risiko Diabetes 2?
Miranda Schram, seorang peneliti senior yang tergabung dalam studi diabetes menambahkan agar setiap orang semakin memperluas jaringan sosial mereka untuk menurunkan potensi terserang diabetes tipe 2. (Foto: kayleigh harrington @kayleighharrington Follow

Jakarta: Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak diidap pada saat ini. Oleh karenanya menerapkan pola hidup sehat sangat dianjurkan agar terhindar dari diabetes.

Tak hanya itu, sebuah penelitian menyebutkan potensi terserang diabetes khususnya tipe 2 bisa juga dikurangi jika Anda memiliki teman yang banyak. Teman dekat dianggap bisa membantu mencegah penyakit tersebut.

Dalam sebuah studi pada 3000 setengah baya di Belanda, para peneliti menemukan bahwa potensi terserang diabetes tipe 2 lebih rendah pada seseorang yang memiliki jaringan sosial sebanyak 10-12 orang.

Dilansir dari Webmd.com disebutkan bahwa studi tersebut menyebutkan setiap penurunan anggota jaringan sosial akan meningkatkan risiko terserang diabetes hingga 5 persen hingga 12 persen.

Para peneliti juga menemukan orang-orang yang hidup sendirian cenderung mengidap diabetes tipe 2. "Ukuran jaringan yang lebih besar mungkin memiliki dampak penting pada gaya hidup individu seseorang," kata Stephanie Brinkhues, penulis utama studi yang juga seorang calon doktor di Universitas Maastricht di Belanda.


(Miranda Schram, seorang peneliti senior yang tergabung dalam studi diabetes menambahkan agar setiap orang semakin memperluas jaringan sosial mereka untuk menurunkan potensi terserang diabetes tipe 2. Foto: Redd Angelo/Unsplash.com)

Brinkhues mengatakan, jaringan sosial tersebut membuat seseorang lebih aktif melakukan aktivitas di luar rumah. Selain itu, teman juga dapat mengingatkan kita untuk menerapkan pola hidup yang sehat.

(Baca juga: 6 Langkah Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Diabetes)

"Jaringan sosial yang lebih besar dapat membantu orang untuk meningkatkan gaya hidup mereka, makan lebih sehat, dan lebih aktif secara fisik," ungkap dia.

Selain itu, Miranda Schram, seorang peneliti senior yang tergabung dalam studi tersebut menambahkan agar setiap orang semakin memperluas jaringan sosial mereka untuk menurunkan potensi terserang diabetes tipe 2. 

"Pertimbangkan untuk membuat teman baru, sukarela atau bergabung dengan kelompok minat khusus," kata Schram.

Meskipun begitu, kedua penulis mencatat bahwa studi ini tidak dirancang untuk membuktikan hubungan sebab-akibat. Namun, penelitian lain juga menemukan link atau keterkaitan antara diabetes tipe 2 dengan seseorang yang suka menyendiri. 

Sementara itu, Direktur Pusat Diabetes klinis di Montefiore Medical Center di New York City, Dr Joel Zonszein menilai hasil penelitian tersebut sangat mengesankan. Namun, dirinya melihat masih banyak masalah yang terdapat dalam penelitian tersebut, salah satunya desain penelitian itu sendiri.










(TIN)