Survei: Orang Indonesia Kurang Peduli pada Kesehatan Mata

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 27 Oct 2017 14:52 WIB
survey
Survei: Orang Indonesia Kurang Peduli pada Kesehatan Mata
(Foto: Mccrystalopticians)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang melakukan pemeriksaan rutin pada tubuh untuk sebagai usaha mencegah berbagai penyakit. Namun, masih sedikit orang yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan mata.

Sebuah penelitian yang dilakukan Philips Lighting mengambil sampel 8 ribu orang dewasa dari sebelas negara untuk mengetahui seberapa besar orang memikirkan kenyaman penglihatan. Kesebelas negara yang dilibatkan adalah Tiongkok, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Indonesia, Polandia, Spanyol, Swedia, Thailand, Turki, dan Amerika Serikat.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa meskipun rata-rata orang menghabiskan waktu lebih dari enam jam sehari di depan layar, hanya 42 persen partisipan yang memikirkan pencahayaan terbaik untuk mata.

Selain itu, hanya sepertiga partisipan  atau sebanyak 32 persen yang menyatakan bahwa mereka mempertimbangkan dampak kenyamanan bagi penglihatan.

“Kualitas pencahayaan tidak hanya terkait dengan masa pakai yang lama, tapi juga sangat penting untuk memastikan mata kita tidak lelah dan terasa nyaman,” jelas Rowena Lee, Senior Vice President, Business Group LED di Philips Lighting dalam peluncuran Philips LED Eye Comfort, Kamis (26/10/2017).

Dalam penelitian tersebut, juga dijelaskan bahwa indikator kesehatan dan kesejahteraan secara umum bagi partisipan adalah berat badan dan tingkat kebugaran (57persen). Dari keseluruhan partisipan, hanya 34 persen yang menganggap penglihatan masuk ke dalam indikator tersebut.

Separuh dari para responden menyatakan, merawat penglihatan mereka merupakan satu dari tiga prioritas kesejahteraan diri, dilihat dari 43 persen partisipan melakukan kunjungan rutin ke dokter mata.

Lebih detail, 46 persen dari masyarakat Indonesia yang menganggap kesejahteraan diri penting juga berpikir kesehatan mata tak kalah penting. Sementara, tiga prioritas utama berfokus pada tingkat kebugaran (80 persen), stres (77 persen) dan berat badan (66 persen).

Terkait perawatan mata, masyarakat Indonesia termasuk paling jarang melakukan kunjungan rutin ke dokter mata dimana hanya 19 persen, dibandingkan dengan rata-rata global sebesar 43 persen.

Padahal, kecenderungan menghabiskan waktu di layar lebih lama daripada hasil rata-rata global, yaitu 7,25 jam per hari. Mayoritas partisipan juga menyatakan bahwa mereka mengalami mata lelah (89 persen), pandangan kabur (34 persen), dan sulit melihat obyek dalam jarak tertentu (32 persen) setelah menghabiskan waktu di depan layar.




(DEV)