Idola di Media Sosial Berpengaruh pada Preferensi Makanan Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 08 Jun 2018 15:19 WIB
kesehatanpsikologiperkembangan anak
Idola di Media Sosial Berpengaruh pada Preferensi Makanan Anak
Sebuah studi menemukan bahwa anak yang melihat atau menonton idola di media sosial cenderung mengonsumsi makanan yang lebih tinggi kalori dan manis. (Foto: Hannah Tasker/Unsplash.com)

Jakarta: Media sosial tak hanya berpengaruh pada psikologi seseorang, namun juga kesehatan tubuh. Sebuah studi menemukan bahwa anak yang melihat atau menonton idola di media sosial cenderung mengonsumsi makanan yang lebih tinggi kalori dan manis. 

Penelitian dari University of Liverpool tersebut membagi 176 anak ke dalam tiga kelompok di mana tiap kelompok diperlihatkan gambar yang berbeda dari media sosial.

Kelompok pertama ditunjukkan gambar cemilan tak sehat, kelompok dua ditunjukkan gambar makanan sehat, dan kelompok terakhir ditunjukkan produk bukan makanan. Foto yang diperlihatkan berasal dari influencer media sosial Zoella (dengan pengikut 10,9 juta orang) dan pacarnya Alfie Dyes (dengan pengikut 4,6 juta orang). 

Setelah melihat gambar, anak-anak ditawarkan berbagai makanan ringan yang sehat dan tidak sehat seperti anggur, wortel, kancing qcokelat, dan permen jelly.

Anak-anak dari kelompok pertama mengonsumsi sekitar 448 kalori, sementara anak yang melihat makanan sehat dan produk bukan makanan mengonsumsi 357 kalori. 


(Sebuah studi menemukan bahwa anak yang melihat atau menonton idola di media sosial cenderung mengonsumsi makanan yang lebih tinggi kalori dan manis. Foto: Thomas Habr/Unsplash.com)

(Baca juga: Cegah Obesitas pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua)

"Kami tahu bahwa jika Anda menunjukkan iklan minuman tradisional kepada anak-anak, maka preferensi mereka untuk minuman itu meningkat. Kami ingin menguji reaksi mereka terhadap jenis selebriti baru ini, bintang media sosial," tukas peneliti utama Anna Coates.

"Sekarang kami telah menunjukkan bahwa anak-anak dipengaruhi oleh bintang di media sosial." 

Setelah penelitian tersebut rilis, Profesor Russell Viner, presiden Royal College of Pediatrics dan Child Health, meminta pemerintah untuk mempertimbangkan lebih banyak peraturan untuk melindungi anak-anak sebagai bagian dari strategi obesitas anak-anak, demikian laporan BBC.

"Sangat penting bahwa anak-anak dilindungi dari pemasaran makanan cepat saji, tidak hanya di TV tetapi juga media daring di mana mereka semakin menghabiskan waktu di situ," katanya. 

Menurutnya, perusahaan dapat menargetkan iklan mereka di media sosial, yang memberikan kesempatan pada regulator untuk memberlakukan pembatasan. 




(TIN)