Studi: Wanita Dua Kali Lipat Lebih Berisiko Mengalami Sakit Leher karena Penggunaan Gawai

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Jun 2018 14:41 WIB
studi kesehatankesehatan tulang
Studi: Wanita Dua Kali Lipat Lebih Berisiko Mengalami Sakit Leher karena Penggunaan Gawai
Duduk tanpa sandaran punggung dapat meningkatkan kemungkinan nyeri sebanyak dua kali. (Foto: Brooke Lark/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa wanita dua kali lipat lebih sering mengalami sakit leher karena penggunaan gawai. Penyebab utamanya adalah postur tubuh yang buruk. 

Studi tersebut juga menyebutkan bahwa iPad Neck, kondisi dimana rasa sakit pada leher dan bahu atas akibat terlalu banyak membungkuk atau posisi ekstrem lainnya saat menggunakan alat elektronik, lebih sering dialami kaum muda. 

Penemuan yang dipublikasi dalam Journal of Physical Therapy Science tersebut mengungkapkan bahwa postur tubuh adalah faktor terbesar yang menyebabkan nyeri leher dan bahu atas karena penggunaan gawai iPad, bukan durasi selama menggunakannya. 

"Secara teori, semakin banyak waktu membungkuk karena iPad, maka semakin Anda akan merasakan nyeri leher dan bahu. Namun, kami melihat waktu bukanlah faktor risiko penting, lebih ke jenis kelamin dan postur spesifik," ujar pemimpin studi Szu-Ping Lee dari University of Nevada, Las Vegas (UNLV).

Postur yang menyebabkan rasa sakit diantaranya adalah duduk 'merosot' dan menunduk saat memakai gawai.

Di satu sisi, terjadi kesenjangan dalam jumlah wanita dan pria yang mengalami gangguan tersebut, di mana kemungkinan penyebabnya adalah perbedaan ukuran tubuh dan gerakan. 


(Sebuah studi menemukan bahwa wanita dua kali lipat lebih sering mengalami sakit leher karena penggunaan gawai. Penyebab utamanya adalah postur tubuh yang buruk. Foto: Anna Demianenko/Unsplash.com)

(Baca juga: Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Jari Kelingking)

Kecenderungan wanita yang memiliki kekuatan otot yang lebih rendah dan perawakan yang lebih kecil (misalnya, lengan yang lebih pendek dan bahu yang sempit) menyebabkan mereka cenderung berpostur buruk saat mengetik.

Dalam studi tersebut, tim melakukan survei terhadap lebih dari 400 orang, termasuk mahasiswa universitas umum, staf, dosen, dan alumni yang merupakan pengguna komputer tablet layar sentuh.

Hasilnya menunjukkan bahwa 70 persen responden wanita mengalami gejala iPad neck dibandingkan pria dengan persentase 30 persen. Wanita juga lebih mungkin (77 persen) menggunakan tablet mereka saat duduk di lantai dibandingkan pria (23 persen).

Lebih jauh lagi, duduk tanpa sandaran punggung dapat meningkatkan kemungkinan nyeri sebanyak dua kali. Duduk dengan gawai di pangkuan atau duduk di kursi dengan tablet yang diletakkan di permukaan meja datar juga berkontribusi pada rasa sakit.

Para peneliti menemukan bahwa mahasiswa, staf dan alumni yang mereka pelajari melaporkan prevalensi nyeri leher dan bahu lebih tinggi daripada populasi umum.

Mereka menyarankan untuk duduk di kursi dengan sandaran punggung dan berolahraga untuk memperkuat otot untuk menghindari rasa sakit akibat penggunaan iPad.





(TIN)