5 Perubahan Kecil pada Pola Makan yang Berdampak Signifikan pada Kesehatan

Raka Lestari    •    Rabu, 20 Jun 2018 12:20 WIB
diet
5 Perubahan Kecil pada Pola Makan yang Berdampak Signifikan pada Kesehatan
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Pola makan yang sehat merupakan kunci utama tubuh yang sehat dan bugar. Maka jangan heran, jika Anda merasakan tubuh menjadi mudah lelah dan lesu jika terlalu banyak mengonsumsi junk food dan makanan olahan. 

Sebuah penelitian terbaru dari peneliti di Harvard menemukan bahwa membuat perubahan-perubahan kecil pada menu sehari-hari secara signifikan dapat mengurangi risiko kematian dini.

Dikutip dari NBC News, berikut ini adalah perubahan-perubahan kecil yang bisa Anda lakukan untuk hidup yang lebih sehat. 

1. Mengganti gandum yang diproses dengan gandum utuh

Para peneliti dari Harvard menemukan bahwa risiko kematian dini 16 persen lebih rendah bagi mereka yang banyak mengonsumsi produk gandum utuh daripada mereka yang mengonsumsi produk gandum yang diproses. Untuk penyakit jantung, risikonya turun sebanyak18 persen, dan untuk kanker turun sebanyak 12 persen. 

2. Menambahkan buah dan sayur

Dikutip dari NBC News, menambahkan satu porsi sayuran dan buah-buahan pada makanan harian terbukti dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 4 persen. Memberikan tambahan nutrisi pada tubuh juga dapat mengurangi jerawat dan membuat kulit Anda bercahaya. 

3. Tidak mengonsumsi daging satu hari dalam seminggu

Mengurangi konsumsi daging dengan tidak mengonsumsi daging sama sekali selama satu hari setiap minggunya dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan obesitas. 

4. Bisakan memilih yogurt tawar

Yogurt memang termasuk makanan sehat, tetapi tidak dengan yogurt dengan pemanis buatan. Untuk itu, pilihlah yogurt tawar. Anda bisa menambahkan buah-buahan sebagai pemanis alami. 

5. Mengganti mentega dengan minyak zaitun

Lemak jenuh seperti mentega dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular jika dikonsumsi secara rutin. Agar lebih sehat, coba batasi produk mentega dan menggantinya dengan minyak zaitun atau minyak wijen.






(DEV)