Bahayakah Ibu Hamil Mengonsumsi Teh?

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 23 Jul 2018 14:00 WIB
kehamilan
Bahayakah Ibu Hamil Mengonsumsi Teh?
kafein adalah deuretik alami, maka mengonsumsinya secara berlebih akan meningkatkan frekuensi Anda buang air kecil. (Foto: Rawpixel.com/Unsplash.com)

Jakarta: Meminum secangkir teh di pagi atau malam hari memberikan kenikmatan tersendiri. Namun bagi Anda yang sedang hamil, sebaiknya membatasi diri untuk minum teh.

Dilansir dari News, wanita hamil yang minum tiga cangkir teh sehari dapat meningkatkan risiko anak-anak dengan berat badan berlebih. Maka dari itu, Anda disarankan menjaga asupan kafein hingga 200 mg per hari. 

"Asupan kafein yang tinggi pada ibu hamil terkait dengan pertumbuhan berlebih pada bayi dan kegemukan di masa kanak-kanak. Maka direkomendasikan untuk membatasi asupan kafein hingga kurang dari 200 mg per hari," jelas Dr Eleni Papadopouluo dari Norwegian Institute of Public Health.

Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian dari Sahlgrenska Academy di Swedia yang bekerja sama dengan Norwegian Institute of Public Health. Mereka meneliti 50 ribu lebih ibu hamil dan mengamati berat badan anaknya hingga usia delapan tahun.


(Mengonsumsi terlalu banyak teh dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh tekanan berlebih dari uterus pada kandung kemih. Foto: Courtesy of Curejoy)

(Baca juga: Makanan yang Tak Baik Dikonsumsi Bumil saat Mengidam)

Hasilnya ditemukan bahwa wanita yang selama kehamilannya mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein per hari cenderung memiliki anak yang kelebihan berat badan pada usia pra sekolah dan usia sekolah. 

Tak hanya itu saja, jika Anda sudah didiagnosis anemia, sebaiknya hindari teh hitam. Sebab kafein di dalamnya dapat mengurangi penyerapan folat dalam tubuh dan memperburuk kondisi anemia. 

Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak teh dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh tekanan berlebih dari uterus pada kandung kemih. 

Mengapa bisa demikian? Karena kafein adalah deuretik alami, maka mengonsumsinya secara berlebih akan meningkatkan frekuensi Anda buang air kecil terutama ketika trimester tiga. 




(TIN)