'Cleft & Craniofacial Center (CCC)’, Fasilitas Unggulan Ke-8 RSCM bagi Penderita Kelainan Bibir dan Lelangit Sumbing

   •    Jumat, 28 Jul 2017 12:14 WIB
kesehatan
Cleft & Craniofacial Center (CCC)’, Fasilitas Unggulan Ke-8 RSCM bagi Penderita Kelainan Bibir dan Lelangit Sumbing
Permasalahan anak yang menderita bibir sumbing menempati urutan ke 5 dari populasi anak yang menyandang kecacatan (Riskesdas 2013). (Foto: Dok. Endah Dwi Ekowati/RSCM)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai rumah sakit umum pemerintah yang juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan, memperingati “Cleft & Craniofacial Awareness & Prevention Month” membuka Fasilitas Unggulan Ke-8nya yaitu 'Cleft & Craniofacial Center (CCC)’. 

"Fasilitas ini menjadi Pusat Rujukan Terpadu Nasional dan Referensi Terpercaya bagi Anak Berkebutuhan Khusus Penderita Kelainan Bibir dan Lelangit Sumbing," sebut rilis dari acara Press Conference RSCM Memperingati 'Cleft & Craniofacial Awareness & Prevention Month' Dengan Hadirkan Fasilitas Terbaru 'Cleft & Craniofacial Center (CCC)' yang diterima oleh Metrotvnews.com.

Sumbing pada bibir dan lelangit merupakan kelainan bawaan lahir nomor empat tersering di dunia dan merupakan kelainan bawaan pada wajah tersering. 


(‘Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI’ berada di bawah naungan Divisi Bedah Plastik, Departemen Medik Ilmu Bedah RSCM-FKUI Foto: Dok. Endah Dwi Ekowati/RSCM)

Permasalahan anak yang menderita bibir sumbing pun masih menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia hingga saat ini dan menempati urutan ke 5 dari populasi anak yang menyandang kecacatan (Riskesdas 2013). 

(Baca juga: Melahirkan Bayi dengan CBL, Kami Semakin Solid)

Di Indonesia, insiden bibir sumbing terjadi sekitar 2 di setiap 1000 kelahiran bayi. Kelainan bibir dan lelangit sumbing mayoritas diderita oleh anak laki-laki sementara kelainan sumbing yang hanya melibatkan lelangit mayoritas adalah anak perempuan.

‘Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI’ berada di bawah naungan Divisi Bedah Plastik, Departemen Medik Ilmu Bedah RSCM-FKUI yang merupakan pusat rujukan nasional untuk kelainan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan craniofacial lainnya. 

Sebenarnya Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI sudah mulai aktif memberikan pelayanan multidisiplin untuk pasien dengan sumbing bibir dan kelainan craniofacial lainnya sejak tahun 1987. 


(Acara Press Conference RSCM Memperingati 'Cleft & Craniofacial Awareness & Prevention Month' Dengan Hadirkan Fasilitas Terbaru 'Cleft & Craniofacial Center (CCC)' Foto: Dok. Endah Dwi Ekowati/RSCM)

Tahun 2010 Divisi Bedah Plastik, Departemen Medik Ilmu Bedah RSCM-FKUI, diberikan kepercayaan oleh RSCM untuk mengelola Cleft & Craniofacial Center di gedung yang baru yaitu di Gedung CMU 3 lantai 2, yang telah diresmikan pada tahun 2015 oleh Direktur Utama RSCM Dr. dr. C.H. Soejono, SpPD, K-Ger.

Fasilitas ‘Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI’ ini menawarkan pelayanan terpadu untuk kelainan bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi & interdisiplin serta berkesinambungan. 

Setiap pasien sumbing akan dilayani sejak lahir sampai dengan selesainya masa pertumbuhan tulang rahang atas yaitu saat pubertas selesai.

Kehadiran fasilitas ‘Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI’ ini pun semakin memperlengkap fasilitas medis yang dimiliki oleh rumah sakit umum pemerintah terbesar yang telah melayani masyarakat sejak 1919 dan terus berbenah dan berinovasi untuk memberikan pelayanan medis terbaik.


(Sarana yang ada di ‘Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI’. Foto: Dok. Endah Dwi Ekowati/RSCM)

Pada kesempatan ini, ‘Cleft & Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI’ memperingati bulan Cleft & Craniofacial Awareness & Prevention Month’ juga menerbitkan buku awam yang berjudul “Bibir dan Lelangit Sumbing”. 

Buku ini disusun oleh tim multidisiplin CCC yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Plastik, Dokter Gigi Spesialis Orthodonti, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dokter Spesialis Anestesi, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis THT, dan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa. 










(TIN)