Video 3D Mempermudah Mahasiswa Pahami Materi Kuliah

Media Indonesia    •    Kamis, 06 Oct 2016 12:53 WIB
Video 3D Mempermudah Mahasiswa Pahami Materi Kuliah
(Foto: Gakeinc)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa waktu lalu, World Federation of Neurosurgical Societies (WFNS) 2016 bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH), Tangerang, Banten, dan Cambridge University mengadakan kuliah anatomi saraf. Kuliah tersebut tidak diadakan di kelas, tetapi di ruang bioskop.

Para peserta yang terdiri dari para dokter dan mahasiswa kedokteran menyimak materi kuliah yang terpampang di layar bioskop. Mereka mengenakan kacamata khusus untuk melihat tayangan tiga dimensi (3D). Rupanya, materi kuliah itu berupa video berformat 3D.

Sepanjang kuliah, para peserta serius menyimak video rekaman operasi bedah yang dilakukan pakar bedah saraf Prof Eka J Wahjoepramono beserta asistennya. Pada video tersebut, guru besar FK UPH itu membuka tiap lapisan otak, pembuluh darah, dan saraf. Dia juga menunjukkan prosedur penjepitan dalam operasi. Saat video diputar, Prof Eka menjelaskan tindakan operasi serta contoh-contoh kelainan otak, seperti stroke, tumor batang otak, dan aneurisma (penonjolan akibat kelemahan dinding pembuluh darah).

Selain Prof Eka, pemateri lainnya ialah pengajar dari Cambridge University Thomas Santanius dan anggota WFNS Prof Vladimir Benes. Menurut Prof Eka, materi kuliah dengan materi berformat video 3D itu merupakan yang pertama kalinya diadakan di dunia. Mahasiswa dapat dengan mudah mengikuti kuliah dengan metode itu karena menerapkan pengajaran secara audiovisual.

Prof Eka berharap metode pembelajaran 3D itu dapat diterapkan untuk berbagai tingkatan pembelajaran kedokteran dari mahasiswa preklinik hingga dokter spesialis. Hampir semua materi kuliah dapat menggunakan metode ini, terutama anatomi. Anatomi merupakan salah satu materi dasar yang harus dikuasai seorang dokter.

"Dari sekian banyak materi dalam ilmu kedokteran, bedah saraf merupakan materi yang paling cocok untuk disampaikan dengan metode kuliah 3D," ujar Prof Eka.

Hal senada juga disampaikan dokter spesialis saraf Jimmy Barus. Ia mengatakan metode 3D sangat baik untuk diaplikasikan dalam perkuliahan. "Pengajar saraf dalam pendidikan kedokteran menyambut baik metode ini karena dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa kedokteran," terang pengajar fakultas kedokteran di perguruan tinggi swasta itu.

Secara terpisah, dokter spesialis radiologi Herlina Uinarni menyatakan masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari penyajian materi dengan video 3D itu. "Dengan video 3D, sebelum operasi bedah saraf, dokter dapat mengedukasi pasien mengenai tindakan operasi dengan lebih baik dibandingkan dengan penjelasan secara verbal saja," katanya.
(DEV)