7 Kebiasaan Buruk Anak yang Merusak Gigi

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 06 Sep 2016 19:22 WIB
kesehatan gigi dan mulut
7 Kebiasaan Buruk Anak yang Merusak Gigi
(Foto: Baby Center)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjaga kesehatan gigi harus diterapkan sejak dini. Sebab, akan berpengaruh pada kesehatan gigi si anak hingga kelak tumbuh dewasa.

Bagaimana caranya?

Ada kebiasaan yang sebaiknya dihindari anak-anak agar gigi selalu sehat. Berikut, seperti dijelaskan Dr. Eva Faiziah, drg., Sp.KGA, Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia cabang Jakarta dalam edukasi kesehatan yang berlangsung Selasa (6/9/2016).

1. Menggunakan dot

Seringkali ibu memberi susu yang ditaruh dalam dot agar anak dapat tidur dengan cepat. Padahal, hal itu memungkinkan sisa susu menempel pada gigi, yang kemudian menjadi plak. Lebih baik jangan memberi anak minuman apapun setelah mereka menggosok giginya pada malam hari.

2. Mencamil snack dan minuman bersoda

Kebanyakan konsumsi makanan ringan, minum minuman bersoda atau yang berkadar gula tinggi dapat membuat keasaman (pH) dalam rongga mulut menurun. Selain itu, dapat menyebabkan lapisan gigi terluar (email) terkikis dan terjadi lubang.

3. Mengemut

Anak-anak pada umumnya gemar mengemut makanan dalam waktu yang lama. Hal ini dapat memicu gigi berlubang karena produksi saliva (air liur) berkurang, yang membuat turunnya kadar keasaman di rongga mulut.

4. Mengisap jari

Mengisap jari memang nyaman untuk anak-anak. Namun, hal tersebut memengaruhi bentuk kontur rahang sehingga gigi tumbuh secara tidak beraturan. (Baca juga: Mengisap Jempol Kurangi Gejala Alergi pada Anak)

5. Menggigit benda keras

Anak memiliki kebiasaan memasukkan berbagai macam benda ke dalam mulut seperti kuku, pensil, es batu, atau berbagai benda keras lainnya. Hal tersebut dapat menyebabkan gigi trauma atau mengalami fraktur. Selain itu, bakteri dalam benda-benda tersebut dapat masuk ke dalam tubuh anak dan menyebabkan gangguan infeksi atau gangguan pencernaan.

6. Cara menyikat gigi tak tepat

Tidak menyikat gigi sesuai dengan cara, frekuensi, dan waktu yang dianjurkan memberi pengaruh besar pada kesehatan gigi. Memyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat mengurangi risiko gigi berlubang sebanyak 50 persen.

7. Tidak berkunjung ke dokter secara rutin

Kebanyakan orangtua akan mengunjungi dokter gigi anak hanya ketika gigi anak bermasalah. Padahal, baiknya pemeriksaan gigi anak dilakukan sejak usia 1 tahun agar anak terbiasa dan tidak takut untuk pergi ke dokter gigi jika mengalami gangguan.

"Orang dewasa disarankan ke dokter gigi 2 kali setahun, kalau anak-abak baiknya 3 kali dalam setahun," saran drg Eva.





(DEV)