Cara Efektif Tangani Cedera saat Lari Maraton

Sunnaholomi Halakrispen    •    Jumat, 08 Feb 2019 15:35 WIB
kesehatanmaraton
Cara Efektif Tangani Cedera saat Lari Maraton
Bagaimana menangani kram atau cedera saat lari maraton? Matias Ibo menjawabnya untuk Anda. (Foto: Ilustrasi. Dok. Rapixel/Unsplash.com)

Jakarta: Cedera otot saat lari jarak jauh atau maraton bisa semakin memburuk jika ditangani dengan cara yang tidak tepat. Untuk mengetahui penanganan yang sesuai, Anda terlebih dahulu harus memahami kondisi tubuh dan kelemahan Anda. 

"Kalau pola latihan salah, itu efeknya bisa ke lutut, ankle. Biasanya kalau jatuh di lutut dan tidak ada cedera langsung di dalam, itu biasanya masalahnya dari pinggul karena itu menunjukkan kelemahan," ujar Fisioterapis dan Sport Science Indonesia, Matias Ibo.

Adanya masalah di bagian pinggul bisa berpengaruh ke cedera lutut. Kasus lain yang juga sering terjadi saat maraton adalah kram. Apakah Anda pernah mengalami keram dan mengompresnya dengan es? Jika pernah, hal tersebut tidak diperbolehkan.

Ibo menjelaskan, apabila Anda menyemprotkan kaki yang keram dengan air dingin atau dikompres menggunakan es, kaki Anda akan semakin mengeras. Setelah itu, berisiko keram yang semakin parah. 

(Baca juga: Mitos Seputar Lari Maraton)


(Cedera otot saat lari jarak jauh atau maraton bisa semakin memburuk jika ditangani dengan cara yang tidak tepat. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Penanganan yang tepat justru dengan tetap menggerakkan otot kaki Anda. Jangan berhenti lari secara total, tapi lakukanlah dinamic stretching.

Setelahnya, Anda dianjurkan berjalan dalam tempo yang pelan untuk melihat bagaimana kondisi tubuh Anda. Cara kedua, biasanya disarankan untuk berlari mundur sejauh 20-30 meter, kemudian setelah itu lanjutkan berlari ke depan.

"Walaupun capek, lutut dan ankle kena (keram), usahakan tetap berjalan. Jangan berdiri statis, karena akan memengaruhi pernapasan, kondisi tubuh menjadi dingin," paparnya.

Bahkan, kata mantan fisioterapis pemain Tim Nasional Sepakbola Indonesia itu, ritme berlari bisa hilang. Berbeda ketika Anda mengalami cedera otot yang sangat parah.

Jika Anda mengalami cedera hingga tidak bisa berjalan sama sekali atau napas telah terasa habis, jangan paksakan untuk melanjutkan race track Anda. Sesegera mungkin, panggillah tim medis untuk menolong Anda.





(TIN)