Mengenal Gejala dan Pengobatan Rabun Jauh pada Anak

Anda Nurlaila    •    Jumat, 08 Feb 2019 17:31 WIB
perkembangan anak
Mengenal Gejala dan Pengobatan Rabun Jauh pada Anak
Rabun jauh atau miopi tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak. Lalu apa yang harus orang tua lakukan? Berikut informasinya. (Foto: Caleb George/Unsplash.com)

Jakarta: Rabun jauh atau miopi tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak. Gangguan pada mata yang sering juga disebut mata minus ini berarti objek yang jauh terlihat buram bagi penderita. Umumnya penggunaan kacamata akan memperbaiki penglihatan.

Dilansir dari WebMD, miopi terjadi apabila bola matanya sedikit lebih lonjong dari biasanya. Sinar cahaya yang membentuk gambar terfokus di depan retina. Itulah sebabnya benda di kejauhan tampak buram dan tidak jelas.

(Baca juga: Guru Lebih Peka soal Mata Minus Anak Ketimbang Orangtua)

Gejala dan diganosis

Miopia progresif atau rabun jauh sebagian besar akibat genetik atau diturunkan dari orang tua. Aktivitas yang membutuhkan penglihatan jarak dekat seperti membaca, bermain game di ponsel dan tablet dapat memperburuk kondisi ini. 

Kebanyakan anak tidak menyadari atau hanya menyatakan sulit melihat benda dari kejauhan. Anak juga sering terlihat mendekati benda untuk melihat lebih jelas. Jika melihat gejala-gejala ini, dianjurkan konsultasi dengan dokter mata. 

Indra penglihatan anak harus diperiksa pada usia enam bulan, tiga tahun dan sebelum masuk sekolah dasar. Terutama jika orang tua memiliki riwayat keluarga dengan rabun jauh progresif atau kondisi mata lainnya.


(Rabun jauh atau miopi tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak. Gangguan pada mata yang sering juga disebut mata minus ini berarti objek yang jauh terlihat buram bagi penderita. Umumnya penggunaan kacamata akan memperbaiki penglihatan. Foto: Pixabay.com)

Pengobatan

Kacamata dapat memperbaiki kondisi rabun jauh pada anak. Penggunaan lensa kontak dibolehkan saat anak cukup usia, sekitar usia remaja. Ajari anak untuk merawat lensa kontaknya agar terhindar dari iritasi dan infeksi.  

Hingga kini belum ada yang perawatan untuk memperlambat kondisi miopi. Tapi sebuah studi menunjukkan penggunaan bifocals dengan tetes mata dengan kandungan atropin membuat mata anak lebih rileks. Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mata sebelum melakukan tindakan tersebut.

Pencegahan 

Karena miopi seringkali diwariskan, sulit untuk mencegahnya. Akan tetapi ada beberapa cara untuk meminimalkan efek gangguan. Pastikan anak melakukan pemeriksaan mata sejak dini terutama jika ada riwayat rabun jauh atau penyakit mata lain dalam keluarga. 

Perhatian juga perilaku anak saat mengamati sesuatu. Jika anak menonton televisi dalam jarak terlalu dekat atau memiliki masalah dengan detail pada benda yang berada beberapa meter di depannya. Sebaiknya lakukan tes mata.





(TIN)