Permusuhan Turunkan Kualitas Kesehatan Jantung

Torie Natalova    •    Kamis, 24 Nov 2016 11:42 WIB
kesehatan jantung
Permusuhan Turunkan Kualitas Kesehatan Jantung
(Foto: Foxnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wanita lebih sering menggunakan perasaan dibanding logika. Tak heran, mengapa wanita seringkali terlibat dalam sebuah permusuhan dengan sesama wanita lainnya.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan, permusuhan berkaitan dengan buruknya kesehatan jantung. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa pada wanita, optimisme dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan pemusuhan atau ketidakpercayaan pada orang lain, berhubungan dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Hasil penelitian menunjukkan, wanita yang terlibat permusuhan tinggi memiliki variabilitas jantung yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang terlibat lebih sedikit permusuhan.

Tingkat variabilitas jantung adalah ukuran dari berapa banyak waktu interval antara variasi detak jantung dari waktu ke waktu. Denyut jantung seseorang tidaklah stabil, ada variasi kecil dalam interval antara denyut jantung.

Secara umum, variabilitas detak jantung yang lebih tinggi adalah hal yang baik. Ini menunjukkan bahwa bagian dari sistem saraf mempercepat detak jantung dan bagian yang memperlambatnya bekerja seimbang. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan wanita yang depresi memiliki detak jantung variabilitas yang lebih rendah.

Permusuhan dan kesehatan jantung

Dalam studi terbaru, peneliti melihat data lebih dari 2.600 wanita yang terdaftar dalam Myocardial Ischemia and Migraine  Study. Usia rata-rata wanita dalam penelitian ini yaitu 63 tahun.

Dalam penelitian ini, aktivitas jantung diukur dengan menggunakan tes electrocardiogram (ECG). Ini juga digunakan untuk  menghitung variabilitas detak jantung mereka.

Permusuhan dapat meningkatkan aktivitas dari bagian sistem saraf yang meningkatkan perlawanan atau respon tingkah laku seseorang. Dr Elena Salmoirago-Blotcher, seorang profesor epidemiologi dan asisten kedokteran di Brown University School of Medicine mencatat, para peneliti menemukan wanita yang terlibat permusuhan cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan obesitas.

Para peneliti juga tidak menemukan hubungan antara optimisme dengan variabilitas detak jantung. Tetapi, dalam studi sebelumnya, optimisme telah ditemukan berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Ini mungkin karena faktor lain selain variabilitas denyut jantung yang berkaitan dengan kesehatan jantung dan optimisme, termasuk faktor perilaku.


(DEV)