Kenapa Obat Pembasmi Nyamuk Harus Diganti Secara Berkala?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 17 Jul 2018 14:44 WIB
demam berdarah
Kenapa Obat Pembasmi Nyamuk Harus Diganti Secara Berkala?
(Foto: Mims Today)

Jakarta: Banyak orang berasumsi bahwa resistensi berarti sudah tak mempan. Hal tersebut memang tepat untuk konteks obat, tetapi tidak dengan pemberantasan nyamuk.

"Kalau obat pada penyakit, begitu resisten, maka tidak bisa digunakan. Namun, pada kasus nyamuk yang resisten pada insektisida berbeda," ujar Kasubdit Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Kementerian Kesehatan RI Dr. Suwito, M.Kes dalam Bayer media briefing, Selasa 17 Juli 2018.

Ia menjelaskan, resistensi insektisida pada nyamuk tak bisa bertahan selamanya, hanya dalam jangka waktu tertentu, sekitar 20 generasi.

"Misalnya nyamuk resisten pada obat golongan A, jadi beralih pada golongan B. Jika golongan A tak dipakai dalam beberapa waktu, maka nantinya nyamuk bisa rentan lagi pada golongan A," terangnya.

Oleh karena itu, dalam pemberantasan nyamuk, Suwito menyarankan adanya rotasi insektisida supaya tidak terjadi resistensi berkepanjangan.

Ia menekankan, pada daerah yang menggunakan pestisida yang sama terus-menerus, potensi resistensi menjadi lebih tinggi dari daerah lain.

Ia menambahkan, pemberantasan sebaiknya lebih dimaksimalkan pada nyamuk pradewasa yaitu jentik, telur, dan pupa nyamuk.

"Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini dapat berdampak pada pengendalian nyamuk dewasa juga."

Sementara, pemberantasan dengan bahan kimia juga efektif dilakukan karena nyamuk dewasa mati dengan lebih cepat. Sayangnya, pengendalian tersebut belum bisa menjangkau nyamuk pradewasa.

Lihat video:




(DEV)