Deteksi Dini Kanker Payudara, Kapan Baiknya Lakukan SADARI?

Raka Lestari    •    Kamis, 18 Oct 2018 14:07 WIB
kanker payudara
Deteksi Dini Kanker Payudara, Kapan Baiknya Lakukan SADARI?
(Foto: Telegraph)

Jakarta: Kanker payudara menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian pada wanita. Namun, gejala yang tidak spesifik dan kurangnya kesadaran untuk skrinning kesehatan membuat penyakit ini seringkali terlambat dideteksi.

Dr M Yadi Permana, Sp. B (K) Onk, Spesialis Bedah Onkologi dalam acara Talk Show Breast Cancer Awareness di Kantor Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat menjelaskan bahwa deteksi dini bisa membuat kualitas hidup penderita kanker menjadi lebih baik. 

"Yang paling sederhana adalah SADARI, periksa payudara sendiri. Lakukan setiap bulan, kira-kira tujuh hari setelah selesai menstruasi, kalau periksa ke dokter minimal setahun sekali," ujarnya. 

Ia menambahkan, untuk tidak merasa down atau terpukul saat dokter mendiagnosa Anda dengan kanker. Pasalnya, rasa pesimis seringkali malah menghambat penyembuhan. Penting dalam hal ini untuk memiliki pikiran positif. 

"Percayalah bahwa kanker payudara ini bisa kita sembuhkan,  bisa kita perangi bersama. Jadi jangan takut untuk melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan kalau memang Anda terdeteksi kanker payudara," saran dia. 

Lebih dalam, Dr Yadi mengatakan ada peluang harapan hidup yang tinggi apabila kanker payudara dideteksi pada stadium awal. 

"Kalau pada stadium 1 maka angka harapan hidup hingga lima tahun itu mencapai 98 persen, sedangkan pada stadium dua itu mencapai 90-95 persen," tambahnya. 

Menurutnya, salah satu hal yang bisa ditekan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker payudara adalah dengan menjauhi gaya hidup yang tidak sehat seperti rokok dan alkohol. 





(DEV)