Benarkah Bedak Tabur Bahaya untuk Organ Genital?

Torie Natalova    •    Selasa, 29 Aug 2017 10:00 WIB
studi kesehatan
Benarkah Bedak Tabur Bahaya untuk Organ Genital?
(Foto: Baby Center)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seiring perkembangan zaman, bedak tabur bayi semakin dipertanyakan manfaatnya untuk tubuh bayi. Banyak pendapat mengatakan bahwa bedak tabur bayi berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, ada pula anggapan yang mengatakan bahwa bedak bisa menyebabkan kanker.

Sayangnya, pendapat-pendapat tersebut tidak jelas. Bedak tabur secara tradisional digunakan pada pantat dan tubuh bayi. Para wanita juga banyak yang menggunakannya untuk kebersihan bagian organ intimnya guna menjaga kulit tetap kering dan mencegah ruam.

Penelitian tentang efek penyebab kanker telah terjadi selama beberapa dekade. Tapi, Cancer Research UK mengatakan bahwa sementara penelitian telah melihat sedikit peningkatan risiko kanker ovarium pada wanita yang menggunakan bedak tabur di bagian kelamin mereka.

Namun, penelitian tersebut tidak dapat memastikan apakah produk tersebut benar-benar dapat memicu kanker ovarium. Ini sangat sulit karena sampel penelitian harus mengingat ke waktu dimana mereka menggunakan bedak sejak lama.

Cara yang baik untuk mengetahui apakah ada kaitan antara produk dan penyakit tersebut adalah dengan melihat wanita sehat untuk mengetahui apakah mereka yang menggunakan bedak tabur terus meneruks dapat mengembangkan kanker ovarium di masa datang.

Bukti hubungan sebab akibat antara penggunaan alat kelamin dan risiko kanker ovarium lemah. Dan bahkan, jika hubungannya benar, kekuatan hubungannya terlalu kecil untuk dapat mengatakan kemungkinan setiap kanker ovarium disebabkan oleh penggunaan bedak tabur.

Memang, ada beberapa jenis kanker ovarium yang berbeda dan ada beberapa faktor risiko yang berbeda untuk semuanya. Namun, faktor utamanya adalah riwayat keluarga, penggunaan terapi penggantian hormon, kelebihan berat badan dan memiliki endometriosis.

Wanita yang mengonsumsi pil KB pada masa awal usia dewasa benar-benar memiliki 50 persen penurunan risiko kanker ovarium dan ini berlangsung bertahun-tahun setelah menghentikan mengonsumsi pilnya.

Tapi, seorang wanita dengan riwayat kanker dan memiliki kesalahan pada gen BRCA1 seperti yang dialami Angelina Jolie, memiliki risiko kanker ovarium seumur hidup sekitar 400 dari 1000. Jadi, dibandingkan dengan faktor lain, mungkin Anda tidak perlu mengkhawatirkan penggunaan bedak tabur.

Namun, akan lebih baik menghindari penggunaannya di dekat organ intim atau di celana dalam Anda jika memungkinkan.


(DEV)