Studi: Instagram Aplikasi Terburuk untuk Kesehatan Mental

Torie Natalova    •    Senin, 29 May 2017 08:45 WIB
studi kesehatan
Studi: Instagram Aplikasi Terburuk untuk Kesehatan Mental
Hasil studi menyebutkan bahw Instagram membuat para peserta merasakan hal terburuk dalam hal kesejahteraan, diikuti oleh Snapchat, Facebook dan Twitter. (Foto: Huffingtonpost.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Aplikasi media sosial yang dapat mengunggah foto-foto semakin berkembang dan digemari beberapa tahun belakangan ini. Salah satu aplikasi yang digemari orang dari berbagai belahan dunia adalah Instagram.

Namun, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali seberapa sering Anda mengunggah dan melihat foto-foto di Instagram. 

Pasalnya, sebuah laporan terbaru dari Royal Society for Public Health di Inggris menunjukkan bahwa Instagram adalah aplikasi media sosial terburuk bagi kesehatan mental kaum muda.



Peneliti menilai 1.479 orang yang berusia 14 hingga 24 tahun tentang bagaimana Facebook, Instagram, Youtube, Twitter dan Snapchat membuat mereka merasa baik secara positif maupun negatif. 

Peserta diberi pertanyaan tentang setiap platform media sosial termasuk apakah mereka mengalami perasaan cemas, depresi dan kesepian saat memakai aplikasi.

Hasilnya, Instagram membuat para peserta merasakan hal terburuk dalam hal kesejahteraan, diikuti oleh Snapchat, Facebook dan Twitter. 

(Baca juga: Beri Komentar di Media Sosial Bisa Tingkatkan Kepuasan dalam Hubungan)

Menurut penelitian tersebut, hanya Youtube yang membuat peserta merasa sedikit lebih baik. Kelima sosial media tersebut dilaporkan terkait dengan siklus tidur dan kelelahan yang buruk.



Sebagian alasan mengapa Instagram memiliki angka terburuk dalam kesejahteraan adalah efek aplikasi yang dilaporkan pada citra tubuh.

nstagram dengan mudah membuat anak perempuan dan wanita dewasa merasa seolah-olah tubuh mereka tidak cukup baik karena orang menambahkan filter dan mengedit foto mereka agar terlihat sempurna di media sosial.

Mengedit foto tersebut berkontribusi pada generasi muda dengan citra tubuh dan kepercayaan tubuh yang buruk. Untuk meringankan efek ini, para peneliti merekomendasikan bahwa platform media sosial memperjelas pengguna saat foto telah dimanipulasi secara digital.

Para ilmuwan juga menyarankan agar platform media sosial mengingatkan pengguna kapan saatnya untuk sign off atau keluar dari aplikasi ketika mereka sudah mendekati penggunaan yang berat atau terlalu lama.

Penelitian ini mendukung bukti sebelumnya bahwa penggunaan media sosial dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental. 

Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa penggunaan media sosial lebih dari dua jam dikaitkan dengan masalah kesehatan mental, tekanan psikologis dan pemikiran bunuh diri pada remaja.

Untuk menghindari dampak negatif dari sosial media, caranya adalah dengan berhati-hati. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk online dapat merugikan. Sebaiknya, Anda lihat sosial media ketika membutuhkannya.








(TIN)