Biopsi Sebabkan Sel Kanker Makin Menyebar Tidaklah Benar

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 24 Aug 2017 14:43 WIB
kanker
Biopsi Sebabkan Sel Kanker Makin Menyebar Tidaklah Benar
Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) tersebut juga menekankan bahwa biopsi tak akan menyebabkan jenis tumor jinak berubah menjadi ganas. (Foto: Drew Hays/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu tahap untuk memastikan kanker adalah dengan melakukan biopsi. Namun beberapa pasien enggan melakukannya karena bebera mitos yang menyebutkan hal tersebut justru mempercepat penyebaran kanker.

Menurut Prof. DR. dr. Aru Wisaksono, SpPD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), mitos tersebut banyak dipercaya oleh pasien kanker dan sangat merugikan karena membuat pengobatan semakin terlambat.

"Banyak pasien yang tak mau dibiopsi dan lebih memilih pengobatan di luar medis. Pada akhirnya, mereka kembali ke kami (pengobatan medis) dengan tingkat stadium sudah tinggi," ungkapnya dalam konferensi pers Betadine Retro Run 2017, Rabu (23/8/2017).



(Baca juga: Kenali Stadium Kanker dan Penyebarannya)

Tak sedikit pasien yang saat pengobatan awal memiliki angka harapan hidup tinggi namun menurun drastis menjadi 10 persen karena sempat termakan mitos tersebut dan beralih ke pengobatan alternatif.

Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) tersebut juga menekankan bahwa biopsi tak akan menyebabkan jenis tumor jinak berubah menjadi ganas.

"Tumor jinak tak akan berubah jadi tumor ganas atau kanker dengan biopsi. Demikian juga sebaiknya," tukas Prof. Aru. Biopsi pengambilan jaringan untuk diagnosis jenis kanker dimana tahap ini akan membantu pemilihan pengobatan.











(TIN)