Plus Minus Diet Keto Bagi Kesehatan

Nia Deviyana    •    Kamis, 31 Aug 2017 17:47 WIB
diettips kesehatan
Plus Minus Diet Keto Bagi Kesehatan
(Foto: Precision Nutrition)

Metrotvnews.com, Jakarta: Diet keto atau ketogenik menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan berat badan. Diet ini mengacu pada pola makan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat.

Dengan asupan rendah karbohidrat, persediaan gula di dalam tubuh diharapkan habis sehingga tubuh bisa memaksimalkan pembakaran kalori dari lemak dan protein.

Seperti diet lainnya, diet keto memiliki sisi positif dan negatif. Apa saja, berikut ulasannya seperti dilansir dari Medical News Today.

1. Tidak menyebabkan kelaparan

Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah lemak menjadi energi terbilang lama dibandingkan proses pembakaran karbohidrat menjadi energi. Itu sebabnya, diet ketogenik tak seperti diet lainnya yang membuat Anda merasa cepat lapar.

Diet ketogenik juga cukup sukses dalam menurunkan berat badan. Dalam studi meta-analisis, peneliti mengujicoba 13 penelitian yang mana 5 di antaranya merekomendasikan diet ketogenik.

2. Mengurangi jerawat

Ada banyak penyebab jerawat, salah satunya berkaitan dengan pola makan dan kadar gula darah. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan dapat mengubah bakteri usus dan menyebabkan kenaikan gula darah yang dramatis. Hal ini berpengaruh pada kesehatan kulit.

Maka tak mengherankan jika diet ketogenik dapat mengurangi jerawat pada wajah.

3. Mengurangi risiko kanker

Diet ketogenik baru-baru ini diujicoba untuk mencegah dan mengobati kanker. Sebuah penelitian menemukan, menu pada diet ketogenik menyebabkan stres oksidatif pada sel kanker, tetapi tidak pada sel normal.

4. Melindungi fungsi otak

Beberapa penelitian menunjukkan, diet keto menawarkan manfaat neuroprotektif yang mampu mencegah parkinson. Sebuah studi bahkan menemukan, bahwa anak-anak yang mengadopsi diet ketogenik mengalami peningkatan kewaspadaan dan fungsi kognitif.

5. Mengurangi serangan kejang pada penderita epilepsi

Kombinasi lemak, protein, dan karbohidrat mengubah cara tubuh menggunakan energi, mengakibatkan ketosis, suatu kondisi dimana jumlah keton meningkat dalam darah.

Ketosis membantu menurunkan intensitas serangan kejang pada penderita epilepsi.

Dampak negatif

-Asidosis (kadar asam dalam darah tinggi
-Penurunan berat badan ekstrem atau degenerasi otot
-Sembelit
-Lesu
-Gula darah rendah

Sebagai catatan, perubahan drastis pola makan menimbulkan konsekuensi pada tubuh. Jadi, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan ahli gizi sebelum mencoba diet tertentu.

Jangan lakukan diet keto jika Anda memiliki diabetes, hipoglikemia, atau penyakit jantung.




(DEV)