Studi: Anak yang Meminum Selain Susu Sapi Lebih Pendek 1,5 Sentimeter

Yatin Suleha    •    Kamis, 13 Jul 2017 14:24 WIB
perkembangan anak
Studi: Anak yang Meminum Selain Susu Sapi Lebih Pendek 1,5 Sentimeter
Para peneliti terkejut dengan hasil dari penelitian, karena jumlah perkembangan tinggi anak ternyata tergantung pada berapa banyak susu yang dikonsumsi oleh anak. (Foto: Rd.com)

Metrovnews.com, Jakarta: Sebuah studi yang dipimpim oleh Dr. Jonathon Maguire, mengatakan pada CNN.com, baru-baru ini menemukan bahwa anak yang meminum susu almond, kedelai, atau susu beras berada sedikit lebih pendek dibandingkan dengan mereka yang meminum susu dari sapi.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Jonathon yang juga dirilis dalam laman Rd.com tersebut mengatakan bahwa anak usia 3 tahun yang mengonsumsi 3 cup susu-selain dari sapi dibandingkan dengan anak yang meminum sapi, lebih pendek 1,5 sentimeter.

Laporan yang dipublikasikan dalam the American Journal of Clinical Nutrition mengatakan para peneliti telah memeriksa sebanyak 5,043 anak-anak Kanada usia 2-6 tahun (51 persennya adalah laki-laki).



Lima persen dari anak-anak yang secara eksklusif meminum susu-selain sapi, dan 84 persennya meminum hanya susu sapi saja, dan 8 persennya meminum kedua jenis susu, dan 3 persennya tidak meminum susu apa pun. 

Para peneliti terkejut dengan hasil dari penelitian tersebut, karena jumlah perkembangan tinggi anak ternyata tergantung pada berapa banyak susu yang dikonsumsi oleh anak tersebut-atau malah tidak mengonsumsinya sama sekali. 

"Jika Anda mengonsumsi susu-selain sapi, rata-rata anak tersebut tampak sedikit lebih kecil. Sedikit saja lebih pendek," ucap Dr. Maguire.

Para peneliti sendiri belum mengetahui bahwa kekurangan dari pertumbuhan tersebut akan bertahan sampai dewasa ataukah tidak, secara anak-anak yang sepertinya lebih pendek pada akhirnya mencapai ketinggian yang sama setelah minum susu ketika mereka tumbuh dewasa. 

Hanya waktu yang bisa membuktikan, namun bagaimanapun, di sini sangat jelas bahwa anak yang tumbuh dan berkembang dengan pondasi yang baik akan masuk dalam persentil ketinggian yang cenderung akan sama baiknya persentilnya ketika mereka dewasa.

(Baca juga: Menu Telur 7 Hari untuk Turunkan Berat Badan)

Selain susu, telur juga baik

Dari penelitian ini, ada pula riset tentang menyuguhkan panganan telur bersama susu sapi yang bisa memperbaiki tumbuh kembang anak. 

Para peneliti dari the Brown School at Washington University menemukan bahwa telur secara signifikan bisa meningkatkan pertumbuhan dan mengurangi stunting sebanyak 47 persen pada anak-anak seperti dilansir dari laporan Science Daily.



Lora Iannotti, sebagai penulis utama dalam studi tersebut dalam jurnal Pediatrics mengatakan bahwa telur "sangat mudah dan sangat terjangkau," dan memiliki potensi substansial untuk mengurangi anak pendek (stunting) di seluruh dunia.

Iannotti dan para peneliti melihat pada anak-anak usia 6-9 bulan, beberapa diberikan telur setiap hari selama enam bulan dan lainnya tidak mengonsumsi telur. 

Untuk menurunkan stunting, berat badan anak-anak yang kurang ideal bisa dikurangi hingga 74 persen dengan mengonsumsi telur. Riset ini juga menunjukkan bahwa mengasup panganan bergula juga jadi berkurang dengan adanya konsumsi telur tersebut.









(TIN)