Konsumsi Beras Halus Selama Kehamilan Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 12 Jun 2017 09:00 WIB
diabetes
Konsumsi Beras Halus Selama Kehamilan Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak yang lahir dari ibu yang terkena diabetes gestasional dan mengonsumsi beras halus, memiliki risiko mengalami obesitas saat memasuki bangku sekolah. (Foto: Pinterest/Bbc.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa anak yang lahir dari ibu yang terkena diabetes gestasional dan mengonsumsi beras halus, memiliki risiko mengalami obesitas saat memasuki bangku sekolah. 

Biji-bijian halus atau refinasi, yang merupakan sumber utama dari karbohidrat dalam keseharian, berkaitan erat dengan risiko munculnya penyakit diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung. 



Penemuan tesebut menunjukkan bahwa anak dari wanita yang menderita diabetes gestasional (atau gula darah tinggi selama kehamilan) yang mengonsumsi biji-bijian halus lebih dari 156 gram per hari, memiliki kecenderungan dua kali lipat terkena obesitas pada usia 7 tahun, dibandingkan anak yang ibunya mengonsumsi kurang dari 37 gram biji-bijian refinasi saat kehamilan. 

(Baca juga: Buah yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes)

"Hasil terkait hubungan antara konsumsi biji-bijian selama kehamilan dengan anak obesitas tersebut masih sama ketika kami mengaitkannya dengan beberapa faktor seperti aktivitas fisik serta asupan sayur, buah, dan makanan manis," ujar Cuilin Zhang dari Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development at National Institutes of Health, Amerika Serikat. 



Percobaan yang dilakukan pada hewan tersebut menunjukkan bahwa paparan dalam rahim terhadap karbohidrat olahan makanan menyebabkan predisposisi keturunan menjadi obesitas, dimana hal tersebut mengindikasikan adanya potensi untuk pemberian nutrisi di awal obesitas. 

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition tersebut melihat pada laporan dari 918 pasangan ibu dan anak. 







(TIN)