Meski Hanya Sebatang per Hari, Merokok Tingkatkan Risiko Sakit Jantung dan Stroke

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 26 Jan 2018 19:25 WIB
studi kesehatan
Meski Hanya Sebatang per Hari, Merokok Tingkatkan Risiko Sakit Jantung dan Stroke
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menunjukkan bahwa merokok, meskipun hanya sebatang sehari dapat menigkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke di kemudian hari.

"Tak ada tingkat merokok yang aman untuk penyakit kardiovaskular. Perokok sebaiknya berhenti daripada mengurangi untuk menurunkan risiko terkena dua penyakit mayor tersebut secara signifikan," ujar peneliti dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Independent.

Tim tersebut memeriksa 55 publikasi yang mengandung 141 studi kelompok sejak tahun 1946 hingga 2015.

Partisipan pria yang merokok satu batang per hari memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner sebesar 48 persen, sementara partisipan wanita memiliki tingkat risiko yang lebih besar yaitu 57 persen.

Pria dan wanita yang merokok satu batang per hari juga 25 persen dan 31 persen lebih besar berisiko mengalami stroke dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Pada 2013, National Institute for Health and Clinical Excellence menyarankan agar perokok membatasi kebiasaan mereka dan beralih ke permen nikotin.

"Ada sebuah tren di mana beberapa negara ingin menghentikan kebiasaan merokok pada perokok berat, dan (membiarkan mereka mendapat jatah satu batang) sebagai hal yang baik-baik saja. Padahal, mereka harus benar-benar berhenti," tegas pemimpin studi Profesor Allan Hackshaw dari Cancer Institute di University College London.

Sejak tahun 2016, berdasarkan Office for National Statistics, sekitar 15,8 persen orang dewasa merokok di Inggris. Pria umumnya merokok 12 batang per hari, sementara wanita 11 batang.

Merokok memiberi dampak buruk  pada kesehatan, mempengaruhi segala hal mulai dari peredaran sampai ke jantung, otak, paru-paru, dan kesuburan.




(DEV)