Aktivis AIDS Kritisi Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA)

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 01 Dec 2017 14:21 WIB
Aktivis AIDS Kritisi Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA)
Akses pengobatan pada pengidap HIV dan Orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Indonesia memang semakin membaik. Namun, masih ada beberapa tantangan tersendiri. (Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Akses pengobatan pada pengidap HIV dan Orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Indonesia memang semakin membaik. Namun, masih ada beberapa tantangan tersendiri, khususnya yang berhubungan dengan ibu dan anak. 

Menurut salah satu aktivis dari Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), Ayu Oktariani yang berdomisili di Bandung, program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) di tempat ia tinggal kurang baik. 

"Akses untuk ODHA secara keseluruhan sudah baik namun perlu diingat bahwa perempuan dengan pasangannya punya kebutuhan lain," tukas Ayu dalam peluncuran kampanye #SayaBerani, Kamis 30 November 2017 lalu. 

Lebih detail, wanita kelahiran 1986 tersebut menyebutkan bahwa program tersebut hanya terkonsentrasi pada satu rumah sakit saja dan hanya terdapat satu dokter kandungan yang melayani bumil pengidap HIV/AIDS di kota tersebut.

Ia juga menekankan bahwa berdasarkan data IPPI yang memiliki anggota dari 25 kota di Indonesia, sekitar 800 anggota mengaku tidak didorong untuk mengajak pasangan melakukan tes HIV. Padahal, ketika seseorang hamil, pasti ada peran pihak pria. 

(Baca juga: Terkena HIV 11 Tahun, Suksma Ratri Tetap Bisa Produktif)

"Bumil diminta untuk melakukan tes HIV, namun petugas tak menyarankan agar pasangannya juga melakukan hal serupa. SOP ada tapi implementasinya tidak."

Pihak Kementerian Kesehatan yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menanggapi bahwa program tersebut memang menyasar pada bumil, namun juga melibatkan pihak pasangan atau ayah dari janin. 

"Tujuan program ini adalah memutus rantai penularan virus dari ibu ke anak, jadi yang 'dijual' nama ibu. Namun, semua yang berhubungan dengan ibu, seperti suami atau anak, juga disarankan untuk melakukan tes," papar Haryadi Wisnu Wardana selaku Staff AIDS dan Penyakit Menular Seksual Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan RI. 







(TIN)