Penelitian: Mengonsumsi 45 ons atau Lebih Soda Manis Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 23 Mar 2018 15:30 WIB
kesehatankesehatan jantung
Penelitian: Mengonsumsi 45 ons atau Lebih Soda Manis Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Menurut hasil penelitian yang dilakukan selama 6 tahun, risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat dua kali lipat bagi orang yang berumur 45 tahun ke atas. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Siapa yang tak tergoda dengan minuman soda terlebih saat cuaca panas, meneguknya seakan menyegarkan. Namun seperti dilansir dari Webmd.com, di balik itu semua ternyata minuman yang mudah didapat itu menyimpan bahaya. 

Menurut hasil penelitian yang dilakukan selama 6 tahun, risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat dua kali lipat bagi orang yang berumur 45 tahun ke atas yang rutin mengonsumsi rata-rata 45 ons atau lebih.

Para peneliti juga melihat efek serupa terhadap makanan yang mengandung gula tingi. Namun, tidak berdampak pada risiko kematian dini seperti minuman bersoda atau manis.

"Minuman memiliki risiko yang unik. Ketika kalori datang dalam bentuk cair, yang unik mereka dimetabolisme oleh hati," kata penulis studi Jean Welsh, asisten profesor di Emory University di Atlanta.


(Menurut hasil penelitian yang dilakukan selama 6 tahun, risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat dua kali lipat bagi orang yang berumur 45 tahun ke atas yang rutin mengonsumsi rata-rata 45 ons atau lebih. Foto: Pixabay.com)

Welsh menjelaskan, penelitian ini melihat hubungan antara minuman manis dan risiko kematian dalam kelompok studi. Dia juga menegaskan bahwa studi ini tidak dirancang untuk membuktikan kaitan sebab-akibat.

(Baca juga: 7 Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan Wanita)

Lebih jauh, Welsh menjelaskan bahwa penelitian ini pada awalnya memiliki responden 30.000 yang berusia diatas 45 tahun. Peserta yang memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes tipe 2 dikeluarkan dari objek penelitian dan pada akhirnya jumlah responden hampir 18.000 orang.

Selama 6 tahun masa tindak lanjut, para peneliti menemukan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung adalah 2,5 kali lebih tinggi bagi konsumen minuman manis yang paling banyak.

Dengan hasil penelitian tersebut, para peneliti menyarankan agar temuan ini harus mendorong penyedia layanan kesehatan untuk bertanya kepada orang-orang tentang jenis minuman apa yang biasanya mereka konsumsi. Jika asupan mengandung gula (soda, minuman buah atau jus buah) maka masyarakat harus disarankan mengonsumsi alternatif lain.








(TIN)