Fakta Anak Muda Rentan Sakit Mag

Sunnaholomi Halakrispen    •    Jumat, 01 Feb 2019 13:08 WIB
penyakit mag
Fakta Anak Muda Rentan Sakit Mag
Menurut dr. Edwin Jim, SpPD-KPTI selaku dokter Spesialis Penyakit Dalam sub-spesialis Penyakit Tropik-Infeksi junk food memiliki tinggi lemak, karena mayoritas bahannya digoreng. (Foto: Javier Molina/Unsplash.com)

Jakarta: Sejumlah studi menyatakan bahwa tidak sedikit anak muda yang terkena sakit mag bahkan hingga mag kronis dengan akibat infeksi yang terbilang parah.

Dr. Edwin Jim, SpPD-KPTI selaku dokter Spesialis Penyakit Dalam sub-spesialis Penyakit Tropik-Infeksi dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta menyatakan studi tersebut belum dapat dipastikan uji cobanya.

Namun, dapat dikaitkan mengapa anak muda atau kaum usia produktif terkena sakit mag. Salah satunya, karena ank muda masih bersikap labil dalam menjalani hidupnya.

"Kehidupannya belum matang, pikiran mudah stres, suka jajan segala macam," ujar dr. Edwin kepada Medcom.id.

Hal tersebut berbeda dengan pola pikir orang dewasa yang sudah matang. Berbagai hal akan dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Sikap bijaksana pun biasanya terbangun dalam diri orang dewasa.
 
(Baca juga: Lima Cara Efektif Atasi Sakit Mag)


(Sejumlah studi menyatakan bahwa tidak sedikit anak muda yang terkena sakit mag bahkan hingga mag kronis dengan akibat infeksi yang terbilang parah. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

Namun, jangan khawatir bagi Anda para anak muda. Sakit mag atau sakit lambung dapat diatasi secara perlahan. Anda bisa memulainya dengan menghindari konsumsi makanan cepat saji atau yang biasa disebut junk food.

Menurut dr. Edwin, junk food memiliki tinggi lemak, karena mayoritas bahannya digoreng. Karbohidrat dalam junk food juga tinggi, misalnya dengan adanya tepung. Selain itu, biasanya bumbu seperti garam dan mecin berlimpah.

"Rendah serat karena sayurannya sedikit, paling ada sayur untuk hiasan atau penambah warna dalam sajian masakannya. Jadi sangat tidak sehat," tuturnya.

Sebaliknya, konsumsilah makanan sehat yang mengandung serat tinggi dan rendah lemak. Kemudian, cobalah mengonsumsi makanan yang direbus, dikukus, dan atau dibakar polos tanpa minyak.


(TIN)