Kenali Demam pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Anda Nurlaila    •    Rabu, 30 Jan 2019 14:43 WIB
perkembangan anak
Kenali Demam pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Ada beberapa tanda demam pada bayi. Berikut ini informasi yang bisa Anda ketahui. (Foto: Ilustrasi. Dok. Minnie Zhou/Unsplash.com)

Jakarta: Demam pada bayi menjadi salah satu hal paling menakutkan bagi orang tua. Terutama saat si kecil mengalami demam tinggi atau baru berusia beberapa minggu.  

Demam bukan merupakan penyakit namun dianggap sebagai gejala penyakit. Demam menunjukkan sistem kekebalan tubuh sedang melawan suatu penyakit.

Ketika bayi  demam, kemungkinan dia sedang terkena flu atau infeksi virus lainnya. Meski jarang terjadi pada bayi, pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi telinga atau infeksi serius seperti infeksi bakteri darah atau meningitis dapat menyebabkan demam.

Penyebab demam lainnya pada bayi termasuk reaksi terhadap vaksinasi, suhu tubuh memanas karena baju yang terlalu hangat atau berada di luar ruangan yang panas terlalu lama.

Ada beberapa tanda demam pada bayi seperti dimuat WebMD yakni dahi yang hangat, walaupun suhu dahi tidak selalu disebabkan demam.

Gejala demam lainnya termasuk tidur yang buruk, kesulitan makan, minim minat bermain, lesu dan kurang aktif, serta kejang.

Mengukur suhu tubuh bayi

Anda dapat mengukur suhu buah hati dengan beberapa cara yaitu melalui mulut (oral), rektum (rektum), telinga, di bawah lengan (aksila), atau di pelipis.

Asosiasi Dokter Anak AS  menyarankan penggunaan termometer digital untuk mengurangi risiko terpapar merkuri dan keracunan jika termometer rusak.

Termometer rektal memberi pembacaan suhu paling akurat dan paling mudah dilakukan pada bayi dibanding termometer telinga, temporal, atau ketiak.

1. Sebelum mengukur suhu bayi, pastikan termometer bersih dengan mencucinya menggunakan sabun atau alkohol. Baringkan bayi dengan telentang atau telungkup dengan kaki ditekuk ke arah dada.

2. Oleskan sedikit petroleum jelly di sekitar ujung termometer dan masukkan perlahan sekitar 2,5 cm ke dalam lubang dubur. Pegang termometer digital selama dua menit hingga berbunyi dan baca suhunya. Suhu normal bayi berkisar 36-37,9 dejarat Celcius. Suhu tubuh 38 derajat atau lebih dianggap sebagai demam.


(Demam bukan merupakan penyakit namun dianggap sebagai gejala penyakit. Demam menunjukkan sistem kekebalan tubuh sedang melawan suatu penyakit. Ketika bayi demam, kemungkinan dia sedang terkena flu atau infeksi virus lainnya. Foto: Luma Pimentel/Unsplash.com)

(Baca juga: Ketahui Demam Pada si Kecil)


Butuh pertolongan medis jika...

Beberapa kondisi demam mengharuskan bayi segera mendapat pertolongan medis, diantaranya:

Demam pada bayi dibawah usia tiga bulan dianggap darurat. Segera bawa bayi untuk mendapat perawatan medis

1. Lesu dan tidak responsif
2. Mengalami kesulitan bernapas atau makan
3. Sangat rewel dan sulit ditenangkan

Mengalami ruam

Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti popok lebih sedikit basah, mulut kering, tidak keluar air mata saat menangis dan ubun-ubun yang cekung.

Mengalami kejang

Sulit menentukan bayi baru lahir terinfeksi virus sederhana seperti pilek atau mengalami infeksi serius seperti ISK, radang paru atau meningitis.

Kadangkala tes khusus  seperti tes darah, urine dan rontgen dada dan tulang belakang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti demam pada bayi.

Demam pada bayi yang berusia di atas tiga bulan dapat ditangani dengan beberapa cara berikut:

- Waslapkan seluruh tubuh dengan air hangat

- Pakaikan baju tipis

Beri bayi cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi berupa ASI, susu formula, larutan elektrolit, atau air, tergantung usia bayi.

Jika bayi berusia enam bulan dan diizinkan dokter, beberapa obat-obatan seperti ibuprofen dapat diberikan. Ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum memberikan si kecil obat.




(TIN)