Banyak Minum Air Terbukti Turunkan Risiko Infeksi Saluran Kemih

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 06 Oct 2018 08:15 WIB
kesehatanair minum
Banyak Minum Air Terbukti Turunkan Risiko Infeksi Saluran Kemih
Banyak Minum Air Terbukti Turunkan Risiko Infeksi Saluran Kemih (Foto: gettyimages)

Jakarta: Konsumsi air sesuai kebutuhan memberi banyak manfaat pada tubuh, termasuk menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) pada wanita.

Sebuah studi menemukan bahwa minum air setidaknya delapan gelas (setara dengan 1,5 liter) per hari dapat menurunkan risiko ISK.

"Ada banyak hal yang kami rekomendasikan kepada wanita untuk mengurangi risiko ISK, tetapi tidak ada yang benar-benar dipelajari," kata Dr. Thomas Hooton, pemimpin studi yang dipublikasi dalam jurnal JAMA Internal Medicine tersebut.

"Akhirnya kami menemukan rekomendasi yang absah, dan bahwa minum air putih adalah cara yang mudah dan aman untuk mencegah infeksi yang tidak nyaman dan mengganggu," tambah Hooton.

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa 60 persen wanita mengalami ISK dalam hidup mereka, di mana sekitar 25 persen mengalaminya lebih dari sekali.

Wanita cenderung lebih rentan karena saluran kemih yang lebih pendek daripada pria sehingga lebih mudah bagi bakteri Escherichia coli untuk berkembang biak di kandung kemih.

Studi tersebut melibatkan 140 wanita berusia di bawah 45 tahun yang setidaknya telah tiga kali mengalami ISK tahun lalu dan minum air kurang dari enam gelas sehari. Setengah dari mereka diminta minum air lebih banyak menjadi delapan ons per hari, sementara sisanya tidak.

Setelah satu tahun, para wanita yang meningkatkan konsumsi air mengalami ISK rata-rata sebanyak 1,5 kali. Sementara, para wanita yang tak mengubah perilaku minum mengalami gangguan tersebut sebanyak tiga kali.

Secara total, para wanita di kelompok pertama minum sekitar 11 gelas sementara kelompok lain lima gelas per hari.

"Selama beberapa dekade, telah dikatakan bahwa peningkatan asupan cairan dapat membantu mencegah atau menyembuhkan infeksi saluran kemih," ujar Dr. Deborah Grady, wakil editor JAMA Internal Medicine.

Hal ini dikarenakan minum air meningkatkan laju bakteri dikeluarkan dari kandung kemih, dan juga kemungkinan mengurangi konsentrasi bakteri yang masuk ke kandung kemih dari vagina. Artinya, lebih sedikit kesempatan bagi bakteri untuk menempel pada sel yang melapisi saluran kemih.

Dalam penelitian tersebut, para wanita dalam kelompok air juga mengonsumsi lebih sedikit antibiotik, sekitar dua program, dibandingkan dengan kelompok satu lagi yang mengonsumsi 3,5 program.  Kata para peneliti, mengurangi penggunaan antibiotik membantu menurunkan risiko resistensi antibiotik.


 


(ELG)