Cari Tahu Perbedaan Psikopat dan Sosiopat

Raka Lestari    •    Senin, 12 Nov 2018 17:28 WIB
psikologi
Cari Tahu Perbedaan Psikopat dan Sosiopat
Apakah perbedaan antara psikopat dan sosiopat? Mari cari tahu. (Foto: Sylvie Tittel/Unsplash.com)

Jakarta: Apakah perbedaan antara psikopat dan sosiopat? Meskipun belum ada diagnosis secara resmi mengenai definisi dari keduanya, namun sosiopat merupakan salah satu kondisi mental yang disebut Diagnosis Antisocial Personality Disorder (ASPD),  kata Donald W. Black, MD, profesor psikiatri di University of Iowa Carver College of Medicine.

Orang yang mengalami ASPD cenderung menjadi pembohong yang konsisten, tidak memikirkan apa yang benar dan salah, dan kepribadian yang arogan, dan sifat-sifat lainnya.

Sedangkan psikopat memiliki karakterisitik yang sama seperti sosiopat, namun juga disertai dengan beberapa karakterisitik lainnya seperti egosentris dan emosi yang mudah meledak.

(Baca juga: Enam Tanda Kekasih Anda Seorang Sosiopat)

Namun bisa jadi salah satu perbedaan yang paling mendasar antara keduanya adalah seorang psikopat biasanya tidak menunjukkan gejala yang terlihat, sehingga itu membuat psikopat menjadi lebih berbahaya, dikutip dari Health.


(Orang yang mengalami ASPD cenderung menjadi pembohong yang konsisten, tidak memikirkan apa yang benar dan salah, dan kepribadian yang arogan, dan sifat-sifat lainnya. Foto: Steinar Engeland/Unsplash.com)

"Psikopat adalah seseorang yang licik," ujar Elizabeth Lombardo, PhD, seorang psikolog dan juga penulis buku "Better Than Perfect: 7 Strategies to Crush Your Inner Critic and Create a Life You Love."

"Mereka akan memuji Anda setinggi mungkin, membuat Anda merasa senang, dan mengatakan hal-hal yang baik kepada Anda sampai akhirnya Anda menemukan bahwa mereka mencuri uang Anda atau ingin melakukan tindak kejahatan atau bahkan membunuh seseorang."

Sedangkan sosiopat, lebih mudah terlihat. "Ketika seorang psikopat berinteraksi dengan Anda, jika mereka marah, mereka dapat tetap tenang, tetapi seorang sosiopat tidak dapat menahan kemarahan mereka," kata Lombardo.

"Mereka benar-benar mudah marah. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan mereka, mereka akan marah dan agresif. Mereka tidak dapat menahannya dan biasanya emosi mereka akan meledak-ledak."




(TIN)