Penelitian: Pola Makan Mediterania Turunkan Risiko Stroke Hingga 20 Persen

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 25 Sep 2018 14:00 WIB
penelitiandiet
Penelitian: Pola Makan Mediterania Turunkan Risiko Stroke Hingga 20 Persen
Penelitian menyimpulkan berusia di atas 40 tahun dapat menurunkan risiko stroke hingga 20 persen jika menerapkan diet Mediterania. (Foto: Gardie Design & Social Media Marketing/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian dari University of East Anglia di Inggris menemukan bahwa wanita yang menganut pola makan Mediterania memiliki risiko terkena stroke lebih rendah dibandingkan pria dengan pola makan sama. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association tersebut menunjukkan bahwa wanita berusia di atas 40 tahun dapat menurunkan risiko stroke hingga 20 persen jika menerapkan diet Mediterania. 

Pemimpin studi Ailsa Welch mengungkapkan bahwa dampak positif tersebut dapat terbukti bila rutin dijalankan. Lalu, pola makan seperti apa yang dapat menurunkan risiko stroke?

Diet Mediterania terinspirasi oleh masakan yang biasa dimakan oleh penduduk Spanyol, Italia dan Yunani. Pola makan tersebut terdiri dari berbagai buah dan sayuran, banyak ikan, jumlah produk susu moderat dan jumlah daging yang rendah yang bersumber dari hewan selain ikan.

Makanan khusus yang membentuk diet Mediterania dapat bervariasi sesuai dengan budaya dan etnis yang berbeda. Namun, komponen yang menentukan dari diet cenderung tetap sama.

Victoria Taylor, ahli diet senior di British Heart Foundation, memberikan wawasan komprehensif tentang diet Mediterania dan penekanannya pada konsumsi lemak sehat.


(Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association tersebut menunjukkan bahwa wanita berusia di atas 40 tahun dapat menurunkan risiko stroke hingga 20 persen jika menerapkan diet Mediterania. Foto: Magalie De Preux/Unsplash.com)

(Baca juga: Diet Mediterania Kurangi Risiko Kanker Payudara Hingga 68 Persen)

"Diet khas Mediterania termasuk banyak sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, sereal dan produk sereal, misalnya roti gandum, pasta dan beras merah," katanya kepada BBC Good Food.

Beberapa jenis makanan yang disarankan adalah ikan dalam jumlah sedang, daging putih, dan beberapa produk susu.

"Ini adalah kombinasi dari semua elemen yang tampaknya membawa manfaat kesehatan, tetapi salah satu aspek utamanya adalah masuknya lemak sehat.

"Minyak zaitun, yang merupakan lemak tak jenuh tunggal, paling sering dikaitkan dengan diet Mediterania. Tetapi lemak tak jenuh ganda juga hadir dalam kacang, biji dan ikan berminyak."

Banyak orang berpikir bahwa pola makan tinggi lemak dapat merugikan kesehatan dalam jangka panjang. Namun, mengonsumsi jenis lemak yang tepat dalam jumlah yang wajar dapat memberikan tubuh dan otak dengan jumlah bahan bakar yang cukup.

Para peneliti melibatkan 23.232 peserta didominasi kulit putih dalam penelitian tersebut, dan oleh karena itu hasilnya dapat bervariasi untuk etnis yang berbeda.





(TIN)