Benarkah Kain Lap di Dapur Sumber Penyakit?

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 19 Jun 2018 15:43 WIB
kesehatan
Benarkah Kain Lap di Dapur Sumber Penyakit?
Agar keluarga tidak terinfeksi bakteri dari barang yang sangat diperlukan di dapur tersebut, peneliti menyarankan agar kain lap tetap dalam kondisi kering. (Foto: Soroush Karimi/Unsplash.com)

Jakarta: Pada umumnya sebagian besar orang tidak memerhatikan kebersihan kain lap dapur. Padahal, kebersihan kain yang biasa digunakan saat memasak itu berperan besar terhadap kesehatan.

Menurut sebuah studi di Pulau Mauritius, Samudra Hindia, 49 persen dari handuk dapur yang dikumpulkan sarat akan bakteri. Akibatnya, kuman tersebut bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang diolah di dapur.

"Dan menyebabkan keracunan makanan," kata pemimpin peneliti Susheela Biranjia-Hurdoyal saat dikutip dari WebMD.

Dosen senior di Departemen Kesehatan di Universitas Mauritius itu mengatakan handuk yang diperuntukkan untuk berbagai keperluan, seperti menyeka peralatan, menjemur tangan, memegang peralatan panas atau permukaan pembersih memiliki lebih banyak bakteri daripada handuk yang digunakan untuk satu tugas. 


(Kebersihan kain yang biasa digunakan saat memasak itu berperan besar terhadap kesehatan. Foto: Jason Leung/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Mencegah Keracunan Bakteri E. Coli)

"Selain itu, handuk basah memiliki lebih banyak bakteri daripada yang kering," ungkap dia.

Hurdoyal menyebutkan, ada beberapa jenis bakteri yang ditemukan oleh peneliti dari semua jenis sampel kain lap dapur yang dikumpulkan, yaitu Escherichia coli (37 persen). Bakteri yang hidup di usus manusia itu mengakibatkan infeksi usus serius yang mengakibatkan diare, sakit perut, dan demam.

Selanjutnya, Enterococcus (37 persen), yaitu bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi darah, kandung kemih, dan organ lain. Terakhir yaitu Staphylococcus aureus (14 persen) yang bisa menyebabkan Anda menderita penyakit kulit.

Agar keluarga tidak terinfeksi bakteri dari barang yang sangat diperlukan di dapur tersebut, peneliti menyarankan agar kain lap tetap dalam kondisi kering. Selain itu, hindari penggunaan untuk multifungsi.

Temuan dari penelitian itu dijadwalkan untuk dipresentasikan di American Society for Microbiology meeting, di Atlanta. Temuan harus dianggap awal karena belum diterbitkan dalam jurnal medis peer-review (evaluasi).




(TIN)